Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong pemerintah untuk menambah alokasi anggaran bagi Televisi Republik Indonesia (TVRI). Menurutnya, penguatan anggaran diperlukan agar TVRI mampu meningkatkan kualitas program siaran dan bersaing dengan televisi swasta.

Bambang Haryo menilai peran TVRI sangat strategis sebagai media penyiaran publik yang menjadi sarana penyebaran informasi pemerintah kepada masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran dinilai masih menjadi kendala utama dalam pengembangan layanan penyiaran nasional.

Ia menyoroti keberadaan TVRI yang saat ini memiliki 34 stasiun daerah, sementara Indonesia telah memiliki 38 provinsi. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian pemerintah agar jangkauan layanan penyiaran publik dapat merata di seluruh wilayah.

Selain itu, Bambang Haryo menegaskan bahwa tambahan anggaran juga diperlukan untuk memperkuat program pemberitaan yang berkualitas sebagai upaya menangkal penyebaran hoaks di ruang publik.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan sumber informasi yang kredibel dan dapat dipercaya. Karena itu, TVRI harus didorong menjadi media yang mampu bersaing dari sisi kualitas konten, teknologi, dan daya tarik program.

“TVRI harus bisa bersaing dengan televisi swasta sehingga masyarakat tertarik menonton dan program-program pemerintah dapat tersampaikan secara lebih luas,” ujarnya.

Bambang Haryo juga berharap pemerintah memberikan dukungan berkelanjutan agar TVRI dapat meningkatkan kualitas produksi, memperluas jangkauan siaran, dan memperkuat posisinya sebagai media publik nasional yang relevan di era digital.