Maluku Utara

Lebaran, Ternate dikepung Wanita Eks Dolly

Story Highlights

  • Masalah Ekonomi mengundang PSK
  • Perputaran uang di Ternate menjadi motivasi
  • Penerapan Perda di Ternate masih belum optimal
  • Walikota belum memiliki ketegasan

Ternate – Bekas ibu kota provinsi Maluku utara, Ternate, menjadi sasaran empuk para wanita pekerja seks komersil (PSK). Mereka datang lewat agensinya dan ada yang datang sendiri lantaran memiliki pertemanan.

Ternyata, para PSK ini tahu jika usai lebaran di Ternate jumlah uang yang berputar sangat tinggi. Mereka mendapat informasi dari beberapa PSK yang sudah berlalu lalang di kawasan sekitar pelabuhan Ahmad Yani Ternate dan swering falajawa I.

Salah satu Wanita (NN) mengaku jauh-jauh datang ke Ternate lantaran dikabari oleh rekannya yang sudah duluan berada di Ternate.

NN (28) adalah wanita asal Jawa Timur, dia rupanya pernah bermukim 3 bulan di lokalisasi eks dolly sebelum akhirnya dipulangkan walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Saat berbincang dengan media ini, NN sedikit merahasiakan identitas pribadinya. Namun setelah di ajak berbicara bahasa jawa dia mau memberitahu sedikit tentang identitasnya.

Menurut dia, faktor ekonomi lah yang membawa dia ke Ternate. “Iya karena ekonomi tidak mampu, pekerjaan juga sulit makanya saya memilih menjadi seperti ini. Biarpun orang anggapnya hina saya kan bekerja menjual diri saya karena sudah tidak ada lagi jalan yang lain”Ungkapnya, di Ternate, Sabtu.

Dia mengaku, berstatus janda beranak 3 dan semuanya dibiayai kehidupannya. “Siapa lagi kalau bukan saya yang biayai dia, mau mengharap siapa? kadang juga saya berpikir ini dosa besar tetapi anak-anak saya dan orang tua kan harus hidup”Katanya sedikit sedih.

Kata NN, dia datang ke Ternate karena ada temannya yang mengundangnya memberikan tawaran banyak pria hidung belang di Ternate yang mencari PSK. Itulah kemudian membuatnya Bonek istilah Bondo Nekat ke Ternate 3 hari lalu menumpang maskapai Sriwijaya Air.

Usai datang ke Ternate, dia langsung menerima 1 tawaran dengan harga tinggi yaitu 750 ribu per satu kali main, sejauh ini dia baru mendapat 5 pria hidung belang.

“Harganya 750ribu, sudah termasuk dengan penginapan yang berada di sekitar pelabuhan sini. Kadang juga ada yang nawari 500ribu”Katanya.

Setiap malamnya, kata NN, dia berada di areal swering Falajawa. Disana ada orang yang menawarkan jasanya. “Jadi saya hanya duduk, ada oranglah yang nawari jasa. Kalau cocok harga langsung ke penginapan”Katanya.

Di Ternate katanya, sangat mudah mendapat pria hidung belang. Mungkin kata dia, disini belum ada tempat lokalisasi jadi saya ini memang PSK Liar, tetapi untuk masalah kesehatan tetap dijaga ucapnya.

Sejauh ini, dia menarget bisa mendapat uang untuk bayar hutang dan biaya sekolah anak baru bisa kembali ke Jawa Timur lagi.

Sejauh ini, mengenai munculnya PSK di Ternate belum disikapi serius oleh Pemerintah Kota Ternate. Padahal di kota Bahari berkesan ini memiliki Perda Anti Prostitusi.

Pihak-pihak terkait dalam penindakan Perda pun belum dapat dihubungi.

loading...

Related Articles