KPU Minta Pendukung Tenang, Tunggu Sampai Selesai

- Pewarta

Kamis, 18 April 2019 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dan 02 menunggu hasil penghitungan suara resmi selesai. Hal itu menanggapi deklarasi masing-masing paslon atas kemenangan pada Pilpres 2019.

“Kami berharap masyarakat mengikuti perkembangan tentang hasil-hasil pemilu ini dengan dewasa, tenang, yang saat ini beredar adalah hasil quick count (hitung cepat) lembaga survei,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4) malam.

Dia menjelaskan, hitung cepat dilakukan sejumlah lembaga survei yang terakreditasi KPU. Karena itu hasil hitung cepat bisa dipertanggung jawabkan, jika ada kekeliruan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, KPU meminta masyarakat tetap menunggu hasil rekapitulasi nasional yang dikeluarkan KPU.

“Terkait dengan hasilnya, tentu supaya tidak menimbulkan kebingungan, masyarakat silahkan menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU setelah rekapitulasi nasional selesai,” ujar Pramono.

Adapun soal keberatan dari pendukung masing-masing paslon atas hasil hitung cepat, Pramono mengatakan, kedua paslon sudah meminta pendukungnya untuk menjaga ketenangan dan ketertiban.

Karena itu, pendukung kedua kubu tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan di luar koridor perundang-undangan. “Jadi, kalau ada yang merasa keberatan, undang-undang sudah menyediakan mekanisme penyampaian keberatan,” kata Pramono.

Menurut dia, elite politik juga perlu mendorong konstituen simpatisannya untuk menunggu hasil resmi KPU. Tujuannya, agar tetap menjaga ketenangan di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Mengenal Sosok Ketua PAN Gayo Lues, Caleg 2024 Dengan Semangat yang Tinggi
Tokoh Indonesia Bicara Soal Bijak Bermedia Sosial di Era Pandemi Begini Ulasannya
Keren, Iman Imanuddin Jabat Ketua PBVSI Kota Tangerang Selatan
Mewaspadai Manuver Eks HTI
Main Politik Uang, Caleg Gerindra Dapil Jatim 1 Digugat
Prabowo Terima Keputusan MK
BW Sebut Bawaslu Bermasalah
MK Anggap Dalil Menang 52% Prabowo-Sandi Tak Beralasan

Berita Terkait

Senin, 25 September 2023 - 23:54 WIB

Ahli dari Disperindag Sebut Memperdagangkan Barang Non SNI Sebagai Tindak Pidana

Senin, 25 September 2023 - 23:51 WIB

Terpidana Udin Panjaitan Serahkan Diri, Korban Berencana Gugat Secara Perdata

Senin, 25 September 2023 - 21:02 WIB

Kasus LNG Belum Usai, KPK Diminta Periksa Pengadaan Minyak Mentah dan Kilang Pertamina yang Sudah Diungkap BPK

Senin, 25 September 2023 - 16:10 WIB

DPD PAN Gayo Lues Gelar Rakerda dan Sambut Silaturrahmi Anggota KPA

Minggu, 24 September 2023 - 19:33 WIB

Dugaan Aset Kemendikbud Triliunan Rupiah Dikuasai dan Dijual Pihak Ketiga Tanpa Izin Hingga Jadi Perumahan

Minggu, 24 September 2023 - 08:55 WIB

PPK Kemendikbudristek Belum Terima LPJ Bantuan Dana IKU Rp111 Miliar

Sabtu, 23 September 2023 - 21:49 WIB

Analisa dan Kajian Tak Sesuai, Kouta Internet Kemendikbud Pemborosan Uang Negara Rp1,5 Triliun

Sabtu, 23 September 2023 - 19:32 WIB

Pengadaan di Kemendikbudristek Tinggi Risiko Potensi Penyalahgunaan Keuangan Negara, Ini Faktanya

Berita Terbaru

Bambang Haryo saat menghadiri panen raya di Desa Sentul Tanggulangin Sidoarjo

Jawa Timur

Konsisten, Bambang Haryo Dorong BPJS Gratis Untuk Petani

Selasa, 26 Sep 2023 - 13:32 WIB