Minggu, 14 Juli 2019 - 01:26 WIB

4 film Indonesia berbiaya mahal tapi gagal di pasaran

Menggeliatnya industri film tanah air tentu mendorong para sineas lokal untuk berkarya menelurkan film-film menarik nan berkelas. Memang bisa dibilang kepiawaian sineas dalam negeri bisa diacungi jempol dengan lahirnya film-film berkelas yang mampu bersaing dengan film mancanegara yang diputar bersamaan di bioskop. Motivasi positif untuk terus melahirkan karya film spektakuler pun tak jarang menelan biaya yang tak sedikit. Banyak produser yang mulai rela jor-joran mengeluarkan biaya belasan miliar untuk menghasilkan film bermutu dan juga meledak di layar lebar. Namun nyatanya biaya besar dan kemasan yang maksimal tak jua mampu mendulang kesuksesan membludaknya antrian penonton. Ada film-film yang dibuat dengan biaya mahal tapi ternyata gagal di pasaran. Jangankan untuk menghasilkan keuntungan berlipat, balik modal pun dirasa sangat memaksa. Ini dia deretan film Indonesia yang dibuat dengan biaya besar tapi justru mendapatkan apresiasi sinis dari para penonton lokal.

Trilogi Merdeka

Di era kembangkitan film Indonesia dua dekade terakhir, memang masih jarang sineas yang bermain di film perjuangan. Untuk itulah dibuat trilogy Merdeka yang terdiri dari Merah Putih yang dirilis 2009, Darah Garuda yang dirilis tahun 2010, dan juga Hati Merdeka di tahun 2011. Tentu semangat kebangsaan kita mulai terbakar dengan film perjuangan berlatar penjajahan dan kemerdekaan di masa lalu. Tapi film yang menghabiskan dana Rp64Miliar ini tak mampu mengusik rasa nasionalis para penonton Indonesia. Deretan aktor terkenal dan spesial efek yang berkelas ternyata tak mampu mengangkat film berbobot ini di negeri sendiri.

Pendekar Tongkat Emas

Di era 80-an pastinya kita familiar dengan film-film kolosal bertemakan pendekar dan jagoan asli Indonesia. Sepertinya Pendekar Tongkat Emas yang dirilis 2014 ingin mengembalikan kejayaan film sejenis yang jarang dilirik oleh para sineas jaman sekarang. Ternyata ambisi berlebihan ini harus menelan kekecewaan karena bisa dibilang Pendekar Tongkat Emas yang menelan biaya produksi Rp25miliar ini hanya mampu mendatangkan 300 ribu penonton di masa penayangannnya di bioskop. Deretan artis ternama yang dipasang dan nama besar Riri Riza sebagai sutradara terkemuka di Indonesia di era ini pun tak mampu mengangkat kehebatan Pendekar Tongkat Emas.

Rafathar

Digadang-gadang mengambil plot ala Baby’s Day Out, Rafathar mencoba mengekspos kelucuan dari Rafathar, Anak pertama artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi tokoh film Indonesia yang mencuri perhatian penonton bioskop. Nyatanya film Rafathar yang diklaim menghabiskan biaya hingga Rp15 miliar ini tak menunjukkan taringnya. Padahal efek canggih yang ditampilkan di film ini digadang-gadang berkelas internasional dan juga penggarapan yang total. Tapi apa daya film keluarga yang memang mengekspos sebuah keluarga di dunia nyata ini tak mengundang antusias para penonton bioskop lokal.

Gunung Emas Almayer

Film yang dirilis tahun 2014 silam ini memang tidak begitu populer di telinga pecinta film Indonesia. Padahal film besar ini telah melibatkan tiga negara sekaligus dalam eksekusinya yaitu Indonesia, Australia, dan juga Malaysia. Gunung Emas Almayer bercerita tentang kehidupan toko Kasper Almayer, Dain Morela, dan juga Nia dalam seting hutan Malaka di tahun 1830. Dengan biaya pembuatan mencapai Rp 60Miliar sepertinya ekspektasi para pembuatnya tak seistimewa perilisannya di layar bioskop. Jika kamu masih asing dengan judul film Gunung Emas Almayer, maka sudah menjadi bukti bahwa film ini memang gagal di pasaran.

Akhirnya dari deretan film mahal yang tak jgua mendulang kesuksesan di layar lebar lokal ini sedikit banyak membuktikan bahwa eksekusi dengan biaya puluhan miliar tak berarti mampu menghasilkan film berkualitas yang meledak di pasaran. Bahkan ada film berbiaya rendah malah justru meledak dan mendapatkan antusias tinggi di pecinta film Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 1638 kali

loading...
Baca Lainnya

5 Film Action Korea Terbaik

Industry per filman dari korea sekarang ini sedang meningkat cukup pesat, bahkan salah satunya yaitu...

3 Maret 2020, 09:24 WIB

Keren, Andi Bayou Antarkan Hafiz Suip jawara AJL Ke 34 Malaysia

Indonesia mendapatkan kehormatan dalam Anugerah Juara Lagu (AJL) ke 34 yang dihelat di Axiata Arena...

20 Februari 2020, 18:18 WIB

Ki Kusumo Minta Tak Jual Beli Suara dan Premanisme Saat Kongres Parfi

JAKARTA – Persatuan Artis Film  Indonesia (Parfi) akan menggelar kongres di Hotel Maharaja, pada 10...

20 Februari 2020, 16:37 WIB

Kabar Duka, Suami Bunga Citra Lestari Meninggal Dunia

Jakarta – Kabar duka menyelimuti penyanyi Bunga Citra Lestari atau BCL. Suaminya, aktor Ashraf Sinclair,...

BCL dan Suami

18 Februari 2020, 07:59 WIB

Tentang Kesulitan Adinda Thomas di Film KKN Desa Penari

JAKARTA – Artis muda Adinda Thomas didapuk dalam film horor yang diadaptasi dari cerita viral...

16 Februari 2020, 17:04 WIB

Horor dan Lucu, Simak Teaser Film “Djoerig Salawe”

Jakarta – Film layar lebar bergenre horor namun menghibur kembali hadir di tengah masyarakat luas....

13 Februari 2020, 17:24 WIB

loading...