Sabtu, 17 Agustus 2019 - 17:26 WIB

Layani Seks Threesome, Wanita Asal Jember Diciduk Unit PPA Polrestabes Surabaya

Surabaya – Jaringan prostitusi melalui online yang menawarkan layanan seks threesome kembali dibongkar oleb Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kali ini polisi berhasil membongkar layanan threesome dari seorang wanita pekerja seks komersial (PSK) yang menawarkan jasa esek-esek melalui sebuah akun media sosial (medsos) Twitter.

Tersangka yang berinisial WD (32), asal Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember diamankan polisi karena kedqpatan menawarkan temannya YR (31) untuk melayani pria hidung belang dengan layanan seks threesome.

WD ditangkap pada Senin (5/8) lalu, di salah satu hotel di Surabaya. Saat digerebek, mereka sedang melayani pria hidung belang .

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan pelaku gunakan modus menawarkan korban untuk berhubungan seksual secara threesome dengan seorang tamu dan harga yang ditawarkan sebesar Rp 1.800.000 untuk sekali layanan seks Threesome ” Tersangka mengaku sudah menjalani bisnis sejak bulan April 2019 lalu, pelaku juga mendapat keuntungan berupa uang selain memuaskan fantasi seksualnya,” katanya, Jumat (16/8).

Ruth menambahkan dalam transaksi begitu ada kesepakatan, pelanggan yang memesan harus mentransfer uang yang telah disetujui sebesar Rp. 1.800.000. “Perbuatan pelaku ini berhasil diungkap oleh Unit PPA, dimana pada saat itu korban bersama pelaku dan tamunya ditemukan dalam keadaan telanjang sedang melakukan hubungan badan,” ujarnya.
Sedangkan tersangka WD mengaku enggan disebut sebagai penjual atau mucikari karena teman yang diajak untuk menyuguhkan layanan seks threesome itu juga merupakan sesama profesinya. “Saya tidak menjual, saya bukan mucikari lho ya. Karena kita kenal pas waktu sama-sama Expo (layanan bokingan) disebuah hotel di kawasan Madiun, dan kita juga sama-sama sepakat,” kata WD.

Petugas yang mengamankan WD berhasil menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 300.000, 1 buah kondom yang sudah terpakai, 3 buah kondom yang masih baru dan 1 buah HP milik pelaku.

WD dijerat Pasal 2 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang TPPO dengan ncaman hukuman minimal 3 tahun dan paling 15 tahun serta denda paling sedikit 120 juta dan paling banyak 600 juta (zam)

Artikel ini telah dibaca 1094 kali

Baca Lainnya

Kapolsek Malaka Barat Selidiki Kasus Kematian Albertus Tey Seran

Malaka, NTT, deliknews – Kapolsek Malaka Barat Iptu. Wayan Budiasa mengusut kasus secara Intensif korban...

21 Februari 2021, 18:36 WIB

Wihadi Anggota DPR RI Merayakan HPN-75 Bersama Insan Pers Tuban

Tuban, Jatim, deliknews – Wihadi Wiyanto Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, menggelar ngopi (minum...

17 Februari 2021, 20:35 WIB

Sangat Langka, Kajari Tuban “Turun Gunung” Bagi Pelita Masyarakat

Tuban, Jatim, deliknews – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban, Bambang Dwi Murcolono, S.H,, M.H.,dengan tetap...

16 Februari 2021, 17:19 WIB

6 Tahun Langganan Banjir, Kades Pangkan Minta Pemda Bartim Bantu Normalisasi Sungai Ganutu

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Terjadinya hujan pada hari Sabtu malam 13 Februari 2021, mengakibatkan...

15 Februari 2021, 12:20 WIB

Tasyakuran HPN Ke-75, Kapolres Tuban Ajak Pers Bersatu Lawan Covid-19

Tuban – PWI Tuban mengadakan tasyakuran dalam memperingati HPN ke 75 di kondisi pandemik Covid-19...

9 Februari 2021, 14:03 WIB

Peringati HPN Ke-75, PWI Cabang Tuban Gelar Donor Darah

Tuban, Jatim, deliknews – Dalam rangka memperingati Hari Pres Nasional (HPN) ke 75 tahun 2021,...

5 Februari 2021, 10:37 WIB

loading...