Rabu, 20 Mei 2020 - 14:34 WIB

Ciamik, Laskar Ngawi Berbagi dengan Marbot dan Lansia di Tiga Kecamatan

NGAWI – Laskar Ngawi kembali menggelar bakti sosial di bulan suci Ramadan 1441 H tahun 2020.

Setelah berbagi dengan tukang becak, anak yatim dan kaum duafa di Kecamatan Ngawi, Pitu, Karanganyar, Paron dan Karangjati, perkumpulan berbadan hukum di Kabupaten Ngawi ini menyasar marbot dan lansia di tiga kecamatan, yaitu Ngawi, Kasreman dan Paron.

Ketua Umum Laskar Ngawi Moch Sjah Nur Hidajat mengatakan, bakti sosial kali ini berupa penyerahan zakat beras dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk marbot dan kaum lansia.

“Ada 60 marbot dan 20 lansia di tiga kecamatan yang kami sasar,” terang Sjah Nur ketika dihubungi, Rabu (20/5/2020).

Wartawan senior di ibukota Jakarta ini menambahkan, penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap di masing-masing kecamatan. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, diperkirakan masih akan bertambah.

“Tim kami di lapangan masih melakukan pendataan, doakan saja agar kami bisa menyentuh kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Ngawi Jawa Timur,” paparnya.

Sjah Nur berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat, khususnya di tengah situasi pandemi Covid-19. “Bukan dari seberapa nilainya, namun perhatian kepada mereka-mereka itu diharapkan dapat berlanjut dengan baik dan diikuti oleh perkumpulan lain yang ada di Ngawi,” terang Sjah Nur.

Saat penyerahan zakat dan THR, pihaknya sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mentaati kebijakan pemerintah dan maklumat Kapolri, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami turut mengedukasi masyarakat agar rajin cuci cuci tangan, konsumsi makanan bergizi, tetap di rumah, hindari kerumunan dan selalu pakai masker jika terpaksa bepergian,” ucapnya.

“Patuhi sosial distancing dan physical distancing. Yang tak kalah penting, bagi orang tua di Ngawi sampaikan himbauan pada anak atau keluarga di perantauan untuk tidak mudik dulu tahun ini,” tambahnya.

Sjah Nur memahami kerinduan masyarakat untuk merayakan Ramadan atau Idul Fitri bersama keluarga. Namun Laskar Ngawi mengajak masyarakat untuk sadar bahwa bertemu keluarga dalam situasi pandemi seperti saat ini rentan menimbulkan penyebaran Covid–19.

“Kita rindu keluarga artinya kita menyayangi keluarga. Maka kita harus jaga keluarga kita dari potensi tertular. Jangan minta anak atau keluarga mudik dulu, ungkapan rindu bisa melalui media teknologi seperti telepon atau video call,” tutupnya.

Seperti diketahui, Laskar Ngawi adalah organisasi sosial, keagamaan dan kemanusian yang berbadan hukum dan resmi terbentuk di Ngawi Jawa Timur pada 10 November 2019.

Mengambil moto sebagai mata, telinga dan hati masyarakat, perkumpulan ini bertujuan menjadi lumbung aspirasi demi mewujudkan masyarakat Ngawi kompak, peduli dan bertanggung jawab serta mandiri secara profesional.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan UMKM

Oleh : Zakaria Omnibus Law Cipta Kerja didesain oleh pemerintah, tidak hanya untuk pekerja tapi...

22 September 2020, 23:58 WIB

Kalangan Media dan Milenial Harus Aktif Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Rahmat Soleh Pemerintah saat ini sedang fokus menangani Covid-19 yang masih terus terjadi....

22 September 2020, 23:50 WIB

Masyarakat Menolak Konsep Usang KAMI

Oleh : Putu Raditya KAMI yang diprakarsai oleh Din Syamsudin dkk berjanji akan menyelamatkan Indonesia....

22 September 2020, 04:20 WIB

Mengutuk Kekejaman KKSB Papua

Oleh : Sabby Kossay Kelompok kriminal separatis bersenjata adalah kumpulan pemberontak yang terus meneror masyarakat...

21 September 2020, 20:53 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Bangkitkan Perekonomian Bangsa

Oleh : Alfisyah Dianasari Pembahasan RUU Cipta Kerja terus dipercepat. Publik pun meyakini bahwa Omnibus...

21 September 2020, 19:53 WIB

Otsus Jilid 2 Dorong Kemajuan Milenial Papua

Oleh : Sabby Kossay Otonomi khusus jilid 2 didukung penuh oleh mahasiswa dan pemuda Papua,...

21 September 2020, 14:28 WIB

loading...