Kamis, 23 Juli 2020 - 07:29 WIB

Kejati Sumbar Buru 8 DPO Kasus Korupsi

Padang, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap 8 nama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus korupsi belum diketahui keberadaannya.

Hal itu dikatakan Kepala Kejati Sumbar Amran, SH.,MH usai menggelar peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa ke-60 di Kantor Kejati Sumbar, bersama Wakajati Yusron, Asisten Intelijen Teguh Wibowo, Asisten Pidana Khusus M Fatria, dan lainnya.

“Saat ini ada delapan terpidana kasus kasus yang terus kami buru untuk dijebloskan ke penjara,” kata Kepala Kejati Sumbar dilansir dari kejaksaan.go.id, Rabu (22/7/20).

Ia mengatakan untuk upaya mencari para buronan kasus korupsi tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI.

Baca juga: Kapolda Sumbar Toni Harmanto Komitmen Selamatkan Hutan dari Ilegal Mining

Kejari Pasaman Ajak Media Laporkan Temuan Kegiatan Fiktif

Kejari Pasaman Beri Bantuan Kepada Anak Panti Asuhan

Kemudian dengan menyebar foto serta identitas para terpidana. Delapan terpidana tersebut telah divonis bersalah melakukan korupsi yang ditangani oleh sejumlah Kejari di Sumbar.

DPO pertama atas nama Ramli Ramonasari terpidana korupsi pekerjaan proyek penyedia air bersih di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman tahun 2011.

Khuslaini atas kasus korupsi penyelewengan dana revalitasi pondok pemuda di Selasih, Kabupaten Solok tahun 2013.

Juniadi buronan Kejari Solok yang terjerat kasus penyelewengan dana bina lingkungan dalam rangka mengembangkan usaha tani program kawalan pangan di wilayah Solok.

Ali Basyar terpidana korupsi pengelolaan dan mengunakan anggaran kantor non belanja pegawai, menjadi buronan Kejari Pasaman.

Zafrul Zamzani ditangani oleh Kejari Sijunjung, Agustinus Tri Siwi Roy dan Dodi Bashwardjojo terpidana yang ditangani Kejari Mentawai, dan satu terpidana dari Kejari Bukittinggi.

Selain terpidana korupsi, Kejati Sumbar saat ini juga tengah membidik terpidana mati yang terjerat kasus pidana umum di wilayah Sumbar.

Kepala Kejati Sumbar Amran menegaskan tidak ada tempat bagi buronan di Indonesia. Pihaknya akan terus memburu para terpidana tersebut, namun ia mengingatkan agar para terpidana kooperatif dan menyerahkan diri.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 156 kali

loading...
Baca Lainnya

Warga Pasaman Mengadu ke Polda Sumbar

Bertahun – tahun laporan pengaduan belum ada kepastian hukum, seorang warga Pasaman mengadu ke Polda...

Kantor Polda Sumbar

10 Agustus 2020, 19:10 WIB

Mengaku Sakit Hati Abdullah Bakar Tower Telkomsel

Gayo Lues-Mengaku sakit hati akibat gajinya diturunkan dari 900 ribu rupiah menjadi 300 ribu rupih,...

10 Agustus 2020, 18:48 WIB

Pakai Daster, Tersangka Cabuli Korban Dibawah Jembatan

Gayo Lues-Dengan modus menyamar sebagai perempuan seorang laki-laki berinisial SK yang beralamat sementara di Dusun...

10 Agustus 2020, 18:44 WIB

PKN Pertanyakan Obat-Obatan yang Diduga Belum Disalurkan Dinkes Sejak Januari 2020 ke Sejumlah Puskesmas

Gayo Lues-Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Gayo Lues mempertanyakan pengadaan obat-obatan yang hingga kini belum...

8 Agustus 2020, 15:33 WIB

Publik Menunggu Titik Terang Dugaan Korupsi Program Seribu Hafiz

Gayo Lues- Mencuatnya dugaan kasus korupsi uang makan minum di Dinas Syariat Islam, Kabupaten Gayo...

8 Agustus 2020, 10:09 WIB

Orang Tua Murid SDI Laensukaer Mengeluhkan Pulsa Data Dan Sinyal Lemot

Malaka – Orang tua murid SDI Laensuker Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka NTT, merasa sangat rugi...

7 Agustus 2020, 21:33 WIB

loading...