Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
Regional

Gubernur dan Wagub Sumbar Bicarakan Program Strategis dengan Menko Marves

Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy langsung menemui Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di ruang kerjanya, Jakarta, Senin  (15/3/21).

Jakarta, – Usai Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) secara virtual tadi pagi, Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy langsung menemui Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di ruang kerjanya, Jakarta, Senin  (15/3/21).

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar menyampaikan masalah percepatan pembangunan insfratruktur  Sumatera Barat melalui  program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) Padat Karya.

Ada 6 potensi pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan Sumbar, yaitu perbaikan insfrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan irigasi dan normalisasi sungai, pengembangan kawasan food estate, pengadaan kapal antarpulau, kawasan ekonomi khusus dan sarana dan fasiltas kesehatan.

Mahyeldi melaporkan, sebelumnya pihak dari Kemenko Marves telah melakukan kunjungan lapangan ke Provinsi Sumatera Barat, diantaranya meningkatkan pelayanan pariwisata di Sumbar khususnya Mentawai, pemerintah tengah merancang pembangunan Marina Center di Padang, termasuk jalan trans Mentawai, Bandara Rokot Sipora.

“Mentawai memiliki obyek pariwisata kelas dunia, oleh sebab itu kita perlu bantuan dari Kemenko Marves untuk menyiapkan infrastruktur yang bagus supaya ketika turis mau berkunjung ke Mentawai itu mereka punya pelabuhan yang bagus,” terang Gubernur Sumbar, dilansir dari Biro Humas Setda Sumbar.

Baca juga: Gubernur Sumbar Sampaikan Program Unggulan di Rapat Paripurna

Unand Diduga Terima Ratusan Juta Uang Kuliah Mahasiswa Bidikmisi

Selain itu untuk membangkitkan kawasan pesisir di Sumbar, dimana Pemerintah melakukan pembangunan jalan penghubung dan infrastruktur sisi darat di Pelabuhan Teluk Tapang, di Pasaman Barat.

“Kita ingin membangun kawasan pesisir Sumbar ini supaya tidak terlalu tertinggal jauh dengan bagian lain, yaitu dengan pembukaan jalan penghubung dari Bunga Tanjung hingga ke Lokasi Pelabuhan serta beberapa infrastruktur sisi darat di Pelabuhan Teluk Tapang itu sendiri,” ujarnya.

Gubernur Mahyeldi menjelaskan, progres pembangunan jalan yang telah dilakukan sampai saat ini yaitu pembukaan Trase jalan dari Pertigaan Bunga Tanjung hingga ke Lokasi Pelabuhan sepanjang 33,86 Km, Pengaspalan sepanjang 7,7 Km, Pengerasan jalan sepanjang 15,65 Km, serta Pembangunan jembatan sebanyak 7 unit dari total 13 unit dengan 1 unit telah dilaksanakan di tahun 2020.

Hal lain yg diusulkan adalah jalan pelabuhan Teluk Tapang, penguatan tebing dan normalisasi Sungai Batang Sikabau, Batang Batahan terletak di Kabupaten Pasaman Barat. Normalisasi dan penguatan tebing Batang Tapan Pesisir Selatan dan rehabilitasi daerah irigasi Bandar Lawas Sirukam Kabupaten Solok.

Pada kesempatan itu, Audy Joinaldy menyampaikan usulan-usulan pembangunan di Sumbar antara lain, pembangunan jembatan layang fly over panorama I Sitinjau Lauik sepanjang 2.6 kilo yang merupakan jalur padat logistik di lintas tengah Sumatera.

Daerah Panorama 1 Sitinjau Lauik merupakan daerah rawan kecelakaan dengan radius tikung terlalu sempit, tanjakan dan turunan terlalu terjal dan curam, bahkan sering kendaraan bermotor lepas kendali (out of control) terutama Angkutan Berat, seperti truck.

“Saat ini masih dilakukan proses pemetaan. Pemetaan sudah dilakukan untuk jalur sepanjang 5,6 kilometer. Fly over ini nantinya berupa jembatan yang melewati kelokan – kelokan patah,” ucap Audy.

Kemudian pembangunan Ekonomi Khusus Kepulauan (KEK) khusus percepatan Infrastruktur trans Mentawai dan sarana lainnya di Kepulauan Mentawai serta progres strategis lainnya di Sumatera Barat. Terakhir Wagub Sumbar Audy menambahkan bahwa semua perizinan sedang disiapkan.

Pemprov Sumbar berharap kepada Menko Marves kiranya usulan progres strategis tersebut dapat dapat ditampung dalam APBN, untuk penunjang perekonomian di Sumatera Barat dan pembangunan dapat dilaksanakan sesegera mungkin.