Ingat, Ada Pidana Dibalik Fakta Sidang Penipuan Alex Wijaya dan Ng Meiliani

  • Whatsapp

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara akan menggelar sidang lanjutan kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Presiden Direktur PT. Innovative Plastic Packaging (Innopack) Alex Wijaya dan Komisaris PT Innopack Ng Meiliani, Kamis (2/9/2021).

Agenda sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun dengan anggota Rudi F Abbas dan Tiaris Sirait tersebut adalah putusan.

Bacaan Lainnya

Dari fakta sidang maupun keterangan saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan, bisa ditarik benang merah bahwa bapak anak ini diduga kompak melakukan penipuan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang Sitorus mengatakan bahwa fakta-fakta persidangan tidak bisa diputarbalikkan.

Menurutnya, fakta-fakta sidang dan alat bukti itulah yang dijadikan dasar tuntutan maupun putusan majelis hakim. “Fakta-fakta dan alat bukti kan menunjukan adanya tindak pidana penipuan,” ujar Rumondang Sitorus usai sidang, Senin lalu.

Karenanya, Rumondang kekeuh pada tuntutannya, yakni 3 tahun dan enam bulan penjara untuk Alex Wijaya serta 3 tahun untuk Ng Meiliani.

“Perbuatan Alex Wijaya dan Ng Meilani sepenuhnya pidana. Tidak ada sama sekali unsur perdatanya,” tambahnya.

Rumondang optimis dakwaan dan tuntutannya akan dikabulkan hakim. Apalagi, lanjutnya, korban penipuan Alex Wijaya dan Ng Meiliani diduga tidak hanya satu orang.

Ya. Alex Wijaya disebut-sebut bakal diadili lagi di PN Jakarta Utara terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Kaitannya dengan uang  Rp 22 miliar ini pula,” ungkap Rumondang.

Lebih dari itu, soal uang Rp 6,5 miliar Alex Wijaya juga akan didudukkan di kursi pesakitan. Bahkan terkait uang sekitar Rp 400 miliar yang sedang berproses hukum siap menjerat Alex Wijaya. “Kalau ini kaitannya dengan bank swasta,” paparnya.

Celakanya, masih ada lagi korban penipuan yang diduga dilakukan Alex Wijaya. “Banyak korban terdakwa yang saat ini berproses hukum. Tapi belum tentu saya nanti jaksanya,” pungkas Rumondang.

Senada disampaikan Kuasa Hukum korban Nety.  Ketika dihubungi wartawan, Hubertus menegaskan bahwa tuntutan JPU terhadap kedua terdakwa sudah tepat.  “Sudah tepat ya, tuntutan dari JPU terhadap para terdakwa,” jawabnya singkat.

Pihaknya berharap agar majelis hakim dapat memberikan putusan sesuai dengan tuntutan jaksa, mengingat dalam persidangan sudah terbukti adanya itikad buruk yang dimiliki para terdakwa terhadap korban.

Apalagi terungkap dalam persidangan bahwa para terdakwa juga tersangkut masalah pidana lainnya yang menyebabkan kerugian ratusan miliar terhadap salah satu bank swasta.

Menyoal pemberitaan ibunda Ng Meiliani, Liem Cynthia yang mengaku anaknya sakit padahal sehat dan segar bugar, atau tentang permintaan penangguhan penahanan yang tidak dikabulkan hakim, Hubertus enggan menanggapi.

Dari penelusuran wartawan, Ng Meiliani memang tidak sakit. Disebut-sebut, upaya tersebut semata-mata hanya untuk mengelabuhi hakim. Sementara tidak dikabulkannya penangguhan penahanan Ng Meiliani, tentu karena hakim sangat jeli dan sudah punya pertimbangan lain.  [Red]

Pos terkait

loading...