Video  

Waow ! Pemkab Sidoarjo Bangun Mega Proyek Flyover Aloha dan Gedangan Senilai Rp 918 Miliar

waow-!-pemkab-sidoarjo-bangun-mega-proyek-flyover-aloha-dan-gedangan-senilai-rp-918-miliar

SIDOARJO-KEMPALAN : Pemkab Sidoarjo terus mematangkan rencana pembangunan mega proyek Flyover perempatan Gedangan dan Aloha sejauh 9,2 KM untuk mengatasi kemacetan. Rencananya, kedua Flyover (Jembatan layang) itu dibangun menggunakan anggaran dengan nilai total Rp 918 miliar.
Dalam Rapat Koordinasi di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo beberapa hari lalu terinci pembangunan Flyover Gedangan dianggarkan dana Rp 480 miliar. Sedangkan Flyover Aloha dianggarkan senilai Rp 438 miliar.

Hadir dalam Rakor tersebut, selain Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Sidoarjo, juga dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali.

“Mega proyek Flyover di Sidoarjo ini masuk dalam Perpres 80/2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi. Untuk Flyover Gedangan dianggarkan Rp 480 miliar. Sedangkan untuk Flyover Aloha senilai Rp 438 miliar. Anggaran dua megaproyek ini berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN),” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mega proyek Flyover Aloha dari Kementerian PUPR, Hendra Widatra.

Hendra menjelaskan tahun ini perencanaan desain segera dituntaskan. Sedangkan teknisnya masih dalam pendalaman enginering analisis. Selain itu, juga masih menyelesaikan pembahasan dengan para pakar desain yang paling sesuai (cocok).

“Kami akan berusaha membuat desain yang optimal dan bisa memfasilitasi dari seluruh arah. Prosesnya memang step by step. Tapi, umumnya kalau desain selesai, maka pembebasan lahan butuh setahunan. Baru kemudian pengerjaan fisik sesuai tahapannya,” jelasnya.

Rakor rencana pembangunan mega proyek flyover Aloha -Gedangan bersama Kementerian PUPR di Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo

Dalam pembebasan lahan, kata Hendra masih membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak lainnya termasuk Pemkab Sidoarjo. “Tadi Bupati sudah menyampaikan komitmen dalam pembebasan lahan untuk mendukung proyek infrastruktur tersebut,” tegasnya.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Mudhlor Ali menjelaskan Pemkab Sidoarjo bakal mendukung percepatan pembangunan kedua flyover itu. Hanya saja, pihaknya meminta data dan kebutuhan lahanya.

“Berikan kami petanya. Mana yang harus diminta tanahnya sekakigus ukurannya agar kami bisa menyiapkan kebutuhan lahannya,” jelas Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini.

Sementara Kabid Keterpaduan Infrastruktur Jalan BBPJN Jatim- Bali, Oktaviano Dewo menilai pembangunan Flyover Gedangan salah satu solusi dari permasalahan lalu lintas di Sidoarjo. Baginya pembangunan flyover ini, menjadi salah satu sistem yang terintegrasi dengan Aloha dan Frontage Road Waru-Buduran sepanjang 9,2 kilometer.

“Kami sudah menuntaskan desain di Tahun 2018 untuk flyover Gedangan. Tetapi saat ini pembebasan lahan belum dilaksanakan. Sepanjang 1,2 kilometer dari timur ke barat dari perempatan Gedangan. Lahan yang harus diperlukan seluas 1,4 hektare,” paparnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan menegaskan paket pembangunan flyover Aloha, Gedangan dan Frontage Road (FR) saling terkait. Menurutnya, dua pekerjaan yang didesain kementerian dan BBPJN itu menunggu progres FR. Karena itu, saat ini pihaknya mengerjakan FR sepanjang 1,6 kilometer itu.

“Harapan kami, mudah-mudahan pembebasan lahan yang belum selesai, bisa dituntaskan. Minimal untuk nilai harga lahan dituntaskan tahun ini. Pembayaran bisa sebagian dilaksankan Tahun 2021 dan dilanjutkan Tahun 2022 mendatang,” pungkas Sigit, yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo ini. (Ambari Taufiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.