Proyek Besakih, Jero Gede Sudibya: ‘Ile-lle Dahat Ring Dang Basuki’

  • Whatsapp

Candi Gapura Pintu Masuk Menuju Pura Besakih. 

Denpasar – Sekretaris Yayasan Kuturan Dharma Budaya, Jero Gede Sudibya mengingatkan, terkait ucapan tetua Bali ‘Ile-ile dahat ring Dang Basuki’ yang dikenal dan diyakini masyarakat Bali ketika memasuki kawasan suci Pura Besakih harus hati-hati.

“Penataan ruang Pura Besakih sangat memerlukan kehati-hatian. Mengingat ucapan tetua Bali yang dikenal dan diikuti, ‘Ile-ile dahat ring dang Basuki’ perlu kehati-hatian dalam berpikir, berucap dan bertindak ‘di ring jejer kemiri Pura ring sawewengkon Basukian’ (rangkaian Pura di Palebahan Besakih, sebagai satu kesatuan sistem holistik spiritual),” ucap Jero Gede Sudibya, Minggu (19/09/2021)

Jero Gede Sudibya menjelaskan, dalam penataan kawasan Pura Besakih bukan pada pokok mendapat bantuan dan bisa mendatangkan dana dari pusat. Terpenting, berangkat dari sistem holistik spiritual kawasan dan tradisi sosiologi agama dalam sejarah panjang berdirinya Pura Besakih.

“Prinsip dasar kosmologi ruang Besakih mesti dijaga, sebut saja batas-batas alamnya. Salah satu diantaranya Tukad Telaga Waja yang berbatasan dengan Desa Menanga. Konsepsi teologis dari Besakih yakni Pura Dalem Puri sebagai simbolik Pradana, Penataran Agung sebagai simbolik Purusha,”

“Konsepsi Catur Pattha jalan menuju Tuhan yang tergambarkan dalam Pura Catur Loka Pala, Pura Gelap, Pura Kiduling Kreteg, Pura Ulun Kul-kul, Pura Batu Ngadeg, demikian juga Pura Catur Lawa yang terkait erat dengan perjalanan sejarah Besakih, harus dirawat dan dijaga kesuciannya,” paparnya.

Jro Gde Sudibya, Sekretaris Yayasan Kuturan Dharma Budaya.

Lanjut Jero Gede Sudibya mengatakan, dalam upaya peningkatan kegiatan ekonomi, kesejahteraan masyarakat di Desa Besakih dan desa-desa sekitar harus tetap berpegang teguh kepada ‘anggah-ungguh sesana’ dan tidak punya potensi mengotori kesucian Besakih. Apalagi dalam kaitan ini melakukan kegiatan yang rentan dapat menghapus situs sejarah beratus-ratus tahun sudah dijaga masyarakat Bali.

“Dalam konteks ini, Bhisama Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, 6 April 2016 harus dijadikan salah satu rujukan. Proyek ini tidak dapat dilepaskan dengan penolakan masyarakat terhadap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Besakih-Gunung Agung dan sekitarnya, yang kemudian terkristalisasi dalam Bhisama PHDI. Jika mengacu pada sudut pandang mendapat dana semata, dari dulu investor sudah berebut, baik pusat maupun investor dunia,” tegasnya.

Jero Gede Sudibya menganggap, masih kurangnya sosialisasi terkait berjalannya proyek penataan kawasan Pura Besakih tentunya menimbulkan pertanyaan pada masyarakat Bali. Seperti kaitan dengan Peraturan Pemerintah, PP No.50/2011 yang belum diamandemen. Sampai saat ini, PP tersebut belum direvisi artinya Besakih-Gunung Agung dan sekitarnya belum dikeluarkan dari daftar KPSN meskipun masyarakat Bali sejak awal telah menolak kawasan Besakih dijadikan KSPN.

“Semestinya PP No.50/2011 “status quo” karena ada penolakan masyarakat. Pengamat kritis sudah tentu bertanya, untuk penegakan azas transparansi dan akuntabilitas sebagai prasyarat penting dalam negara demokrasi. Apa dasar hukum dari proyek penataan ini, untuk 2 tahun anggaran bernilai Rp.900 milyar kalau bukan PP No.50/2011?,” tanyanya.

Sesepuh mantan anggota MPR RI Utusan Daerah Bali, anggota Badan Pekerja MPR RI tahun 1999 – 2004, dan Ekonom lulusan FE UI ini pun menyampaikan, kalau PP No.50/2011 ini benar menjadi rujukan dalam mengeluarkan anggaran negara, sedangkan materi PP tersebut menyangkut KSPN Besakih-Gunung Agung dan sekitarnya sudah tentu dipermasalahkan dan mendapatkan penolakan masyarakat.

“Bagi kalangan masyarakat yang peduli untuk merawat, menjaga kesucian Besakih dan juga kelestarian alam di seluruh kawasan Gunung Agung dan juga gerakan masyarakat sipil yang peduli terhadap kebebasan berkeyakinan dan hak-hak sosial kultural masyarakatnya, semestinya mengajukan judisial review ke Mahkamah Agung, PP No.50 tahun 2011,” singgung Jero Gede Sudibya.

Pos terkait

loading...