Dugaan Penyalahgunaan Niaga BBM Solar di Pasaman, Hiswana Migas Bilang Begini

Ilustrasi
Ilustrasi

Pasaman, – Diperoleh informasi dugaan penyalahgunaan niaga BBM jenis Solar di salah satu SPBU di Kabupaten Pasaman dengan menjual kepada konsumen yang menggunakan jeriken dan mobil plat merah.

Menanggapi persoalan ini, Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen kepada deliknews.com mengirimkan regulasi pembelian dan larangan penggunaan BBM Solar Bersubsidi.

“Terimakasih atas informasinya,” kata Ridwan Hosen dengan mengirimkan ketentuan penggunaan Solar tersebut via WhatsApp, Kamis (9/12/21).

Baca juga : Solar Langka di Pasaman, Sopir Bus Menjerit

Hiswana Migas Sumbar: Solar Bukan Langka, Peruntukannya Tidak Tepat

Surat Keputusan Kepala BPH Migas RI Nomor 04 /P3JBT/BPH MIGAS/ KOM/202P mengenai Pengendalian Penyaluran Jenis BBM Tertentu. Sebelum pengisian BBM petugas akan mendata nopol kenderaan, data diri pelanggan dan velume pengisian BBM.

Kemudian larangan penggunaan BBM Solar Bersubsidi diatur dalam Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Solar dilarang digunakan oleh kenderaan dinas plat merah, TNI/Polri, kecuali ambulance, pemadam kebakaran, mobil jenazah, pengangkut sampah, dan dilarang kepada semua konsumen pengguna tidak langsung dengan jeriken dan tangki modifikasi.

Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pada Pasal 55 telah menegaskan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang bersubsidi pemerintah dipidana penjara  paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 Miliar.

Sebelumnya, tim deliknews.com menerima informasi penjualan Solar kepada konsumen dengan jeriken dan mobil plat merah di salah satu SPBU di Pasaman, diduga menjadi penyebab cepatnya habis BBM Solar di SPBU tersebut.

Deliknews.com telah mengirimkan surat konfirmasi kepada SPBU yang diduga menyalahgunakan niaga BBM Solar tersebut, namun belum ditanggapi hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.