Sebut Solar Lancar, Guspardi Gaus: Pertamina Sumbagut Lakukan Pembohongan Publik

Anggota DPR RI Guspardi Gaus
Anggota DPR RI Guspardi Gaus

Anggota DPR RI Guspardi Gaus menilai pernyataan Unit Manager Commrel & CSR PT Pertamina Patra Niaga MOR I Sumbagut Taufikkurahman yang menyebut solar lancar di SPBU yang ada di Sumatera Barat, merupakan pembohongan publik.

“Jawaban yang disampaikan kebohongan publik. Kalau aman dan lancar masyarakat tidak menjerit truk, tiap hari antrean di SPBU,” kata Guspardi Gaus dengan nada kecewa terhadap pernyataan Pertamina itu.

“Suruh dia lihat SPBU tiap hari truk antre menunggu Solar, jangan hanya menunggu laporan saja. Bagaimana kepastian solar ada setiap saat, itu baru bisa dikatakan aman dan lancar,” tegas wakil rakyat Dapil Sumbar ll ini.

Sebelumnya Taufik Rahman membantah pihak Pertamina membatasi pasokan Solar di Sumatera Barat. Bahkan menurutnya, kodisi di SPBU aman dan lancar.

Baca juga: Kasihan Warga, Gupardi Gaus Kritik Keras Pertamina Soal Kelangkaan Solar di Sumbar

Solar Bukan Langka, Dinas ESDM Sumbar Minta Tindakan Tegas Penegak Hukum dan Pertamina

Bantah DPR dan Kadis ESDM, Pertamina Sumbagut: Solar Lancar dan Aman

“Tidak ada pembatasan BBM solar, kita menyalurkan sesuai kebutuhan masyarakat ya. Kondisi SPBU masih aman dan lancar,” kata Taufik, Rabu (22/12/21).

Antrean salah satu SPBU di Pasaman terlihat ada plat merah roda 10 antre BBM Solar, dan pengisian jeriken, pada 1 Desember 2021.
Antrean salah satu SPBU di Pasaman terlihat ada plat merah roda 10 antre BBM Solar, dan pengisian jeriken, pada 1 Desember 2021.

Situasi yang ia sampaikan, informasi dari pengawas lapangan Pertamina di Sumbar ada 117 SPBU yang menyediakan BBM Solar.

Kemudian ketika ditanyakan kepada Taufik bagaimana sikap Pertamina apabila ada SPBU yang menjual Solar kepada Plat Merah Truck diatas roda 6, dan konsumen dengan Jeriken, ia tidak menanggapi.

Pantauan awak media di lapangan, hampir setiap hari terjadi kelangkaan BBM Bersubsidi Solar di Sumatera Barat, hingga mengakibatkan antre panjang. Parahnya lagi, sering juga terjadi kekosongan Solar diwaktu pagi hari, sehingga truk dan sopir bus tidak bisa beraktivitas.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.