Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti pentingnya strategi promosi yang lebih masif menjelang penyelenggaraan Piala Dunia yang akan disiarkan oleh LPP TVRI. Hal itu disampaikan Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI bersama jajaran LPP RRI, LPP TVRI, dan LKBN Antara pada Selasa (13/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Bambang Haryo Soekartono atau BHS menilai momentum siaran Piala Dunia harus dimanfaatkan secara maksimal oleh media publik untuk memperkuat jangkauan informasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi promosi yang sangat besar melalui sektor usaha dan fasilitas publik. Ia menyebut terdapat sekitar 461 ribu coffee shop, 2,5 juta restoran, 4,7 ribu hotel berbintang, dan 34,7 ribu hotel non-bintang yang dapat diberdayakan untuk mendukung promosi siaran Piala Dunia.

“Dengan potensi sekitar 461 ribu coffee shop, 2,5 juta restoran, 4,7 ribu hotel berbintang, serta 34,7 ribu hotel non-bintang di Indonesia, saya mempertanyakan sejauh mana kolaborasi promosi telah dilakukan dan dapat diberdayakan juga mereka masing-masing untuk memasang spanduk,” ujar Bambang.

Ia menilai promosi melalui tempat-tempat publik tersebut akan membuat penyebaran informasi menjadi lebih cepat dan efektif. Selain itu, masyarakat juga akan lebih mudah mengetahui jadwal serta akses siaran pertandingan melalui TVRI.

BHS mengatakan langkah promosi harus dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak agar dampaknya lebih luas. Ia menyebut waktu sekitar satu bulan menjelang penyelenggaraan masih cukup untuk memaksimalkan kampanye informasi kepada masyarakat.

“Apabila potensi tersebut dapat diberdayakan dalam waktu kurang lebih satu bulan ke depan maka penyebaran informasi kepada masyarakat akan jauh lebih baik, masif dan efektif,” katanya.

Selain melalui coffee shop, restoran, dan hotel, Bambang juga mengusulkan agar promosi diperluas melalui transportasi publik. Menurutnya, media promosi dapat ditempatkan di kereta api, kapal penumpang, transportasi darat, hingga moda transportasi udara.

Ia menilai langkah tersebut akan membantu media publik menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan dan wilayah, termasuk daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses informasi.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengusulkan pembagian fungsi yang lebih jelas antara aspek teknis dan manajerial pada lembaga media publik. Ia mencontohkan pola yang diterapkan pada Pelindo antara Komisi V dan Komisi VI DPR RI sebagai model yang dapat dipertimbangkan.

Menurutnya, pembagian fungsi tersebut penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat tata kelola lembaga media publik nasional.

BHS berharap momentum Piala Dunia dapat menjadi sarana memperkuat eksistensi TVRI dan media publik nasional sebagai media yang mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia secara luas dan merata.