Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

ESDM Tugaskan Tambang Pasok Batu Bara PLN, Target 154 Juta Ton Tahun Ini

Gambar ilustrasi batu bara (foto: Pexels/Wolfgang Vrede)

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat mengamankan pasokan listrik nasional. Pemerintah resmi menugaskan sejumlah badan usaha pertambangan untuk memasok batu bara guna memenuhi kebutuhan PT PLN (Persero) sepanjang tahun ini.

Langkah taktis ini diambil demi memastikan kecukupan pasokan bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di seluruh Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, total volume penugasan yang diberikan kepada para pengusaha tambang pemegang RKAB mencapai 212 juta metrik ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari pengawasan ketat terhadap kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO). Kebijakan ini menyasar sektor kelistrikan maupun non-kelistrikan.

“Untuk memenuhi kebutuhan PLN sebesar 154 juta metrik ton, kami telah memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan dengan total volume 212 juta metrik ton,” ujar Tri dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (13/7/2026).

Hingga Mei 2026, data Kementerian ESDM mencatat sebanyak 144 juta metrik ton dari total penugasan tersebut telah berhasil dikontrakkan. Dari jumlah kontrak tersebut, realisasi pengiriman fisik ke pembangkit diperkirakan telah menyentuh angka 130,5 juta metrik ton.

Namun, pemerintah mengingatkan agar proses ini tidak melambat di tengah jalan. Tri Winarno secara khusus meminta pihak PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) untuk segera mempercepat penyelesaian sisa kontrak kerja sama agar pengiriman batu bara tidak tersendat.

“Kontrak menjadi dasar pelaksanaan pengiriman batubara ke PLTU. Karena itu, kami terus mendorong PLN EPI untuk mempercepat proses kontrak sehingga penugasan yang telah diberikan dapat segera direalisasikan menjadi pengiriman,” jelas Tri menambahkan.

Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus mengawal rantai pasok ini hingga akhir tahun. Koordinasi intensif antara pemerintah, PLN EPI, dan para pengusaha tambang akan terus ditingkatkan demi menjamin keandalan energi nasional.

“Pemerintah terus memastikan agar kebutuhan batubara PLN pada semester II 2026 dapat dipenuhi sesuai jadwal dan spesifikasi pembangkit,” pungkas Tri.