Padang, – Peristiwa meledaknya tambang batubara milik PT Nusa Alam Lestari (PT NAL) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, sudah berlalu lebih kurang salam 3 bulan sejak kejadian tanggal 9 Desember 2022 sampai sekarang masih menyisakan tanda tanya.
Peristiwa yang menewaskan 10 orang pekerja tambang itu terjadi pada pukul 08:50 WIB di lubang nomor DC 02.
Usai kejadian, Kementerian ESDM melakukan investigasi, untuk mengungkap fakta yang terjadi termasuk penyebab meledaknya tambang itu.
Meski sudah 3 bulan lebih, Kementerian ESDM belum buka suara seperti apa hasil investigasi yang dilakukan.
Inspektur Tambang Wilayah Sumatera Barat, Hendri, dikonfirmasi terkait hasil investigasi KESDM dimaksud tidak bisa memberikan keterangan.
“Terkait ini langsung ke Jakarta ditanya. Karena kami belum diberi intruksi terkait memberikan penjelasan,” kata Hendri kepada deliknews.com via WhatsApp, Jum’at (10/3/23).
Sebelumnya diberitakan, mulanya tambang itu meledak disebut – sebut disebabkan gas metana. Terdapat runtuhan akibat letupan yang terjadi sebelum tambang meledak.
Semua yang terjadi sepertinya belum terjawab bagi publik, sebab setelah peristiwa itu belum terdengar kabar seperti apa tindaklanjut investigasi pihak – pihak terkait terutama Kementerian ESDM terhadap meledaknya tambang batubara ini.
Deliknews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak – pihak terkait dan akan diterbitkan pada berita selanjutnya.
