Langsung ke konten
Selasa, 27 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Perdagangan RI-China Tembus USD154,6 Miliar, Airlangga Dorong Kerja Sama Baru

Sumber foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

SHANGHAI — Pemerintah Indonesia terus bergerak cepat memperkuat otot perekonomian nasional di kancah global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wang Wentao, di Shanghai pada Jumat (17/7/2026). Pertemuan ini fokus membahas penguatan kemitraan strategis, khususnya di sektor perdagangan, investasi, ekonomi digital, hingga transisi energi.

Hubungan dagang kedua negara menunjukkan tren positif yang sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Pada kurun waktu 2021–2025, total perdagangan bilateral tumbuh sebesar 7,24% hingga menembus angka USD 154,6 miliar pada tahun 2025. RRT kini kokoh bertengger sebagai salah satu dari tiga investor asing terbesar di Indonesia dengan realisasi investasi mencapai USD 8,1 miliar.

“Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan resminya.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah implementasi program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang mempertemukan kawasan ekonomi kedua negara. Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman (MoU) telah diteken dengan potensi investasi fantastis mencapai Rp 37,1 triliun. Airlangga mendesak agar komitmen di atas kertas ini segera diwujudkan menjadi proyek riil di lapangan melalui skema joint venture.

Selain sektor industri konvensional, Indonesia juga merayu perusahaan Tiongkok untuk terlibat dalam mega proyek energi hijau, khususnya industri panel surya domestik. Langkah ini krusial untuk menyokong program prioritas Presiden RI yang menargetkan pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt. Menko Airlangga mengapresiasi kesuksesan PLTS Terapung Cirata yang menjadi bukti nyata kolaborasi transisi energi kedua negara.

Di level regional, Indonesia secara tegas meminta dukungan RRT terkait pencalonan diri sebagai tuan rumah Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Langkah ini dinilai strategis guna mengukuhkan posisi ASEAN sebagai pusat arsitektur ekonomi kawasan menjelang keketuaan APEC 2026 mendatang.