Pasaman, – Diskusi Aktual rencana aksi sistem inovasi daerah untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif oleh Pemkab Pasaman yang digelar di Kota Padang pada tanggal 23 November 2023. Kepala Bappeda Pemkab Pasaman, Choiruddin Batubara, mengungkapkan alasan di balik pemilihan lokasi tersebut.

Menurut Choiruddin, pertimbangan utama pemilihan Kota Padang sebagai lokasi diskusi adalah untuk menghemat biaya. Pasaman tidak memiliki cukup dana untuk mengundang 3 profesor dan 5 doktor yang ahli dalam bidang ekonomi, pariwisata, dan inovasi ke wilayah tersebut. “Kami harus menyiapkan anggaran honor ahli, penginapan, dan transportasi mereka yang tentu sangat besar jika mereka harus datang ke Pasaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Choiruddin menjelaskan bahwa biaya untuk acara tersebut di Padang relatif lebih terjangkau. Acara di Hotel Zuri Premiere hanya memerlukan biaya untuk makan minum, sewa tempat sekitar Rp8 juta, ditambah biaya perjalanan dinas bagi beberapa OPD yang diundang.

“Para ahli dan pakar sulit untuk dapatkan waktu bersamaan untuk datang ke Pasaman. Sehingga, meskipun acara dilaksanakan di Pasaman, belum tentu mereka semua dapat hadir,” tambah Kepala Bappeda tersebut.

Sebelumnya diberitakan, keputusan pemilihan lokasi diskusi di Kota Padang menimbulkan pertanyaan terkait alokasi anggaran dari APBD Pasaman yang digunakan serta besarnya anggaran perjalanan dinas bagi peserta dari Pasaman ke Padang. Plt Bupati Pasaman, Sabar AS, enggan memberikan tanggapan terkait hal ini, mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Bappeda.