JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendorong pengembangan peternakan desa sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, desa memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem pangan mandiri melalui usaha produktif masyarakat.
Hal itu disampaikan Ibas saat meninjau bantuan program ternak ayam petelur di Desa Wonogondo, Kabupaten Pacitan, Selasa (5/5/2026). Program bertajuk “Peternak Produktif, Dapur Tercukupi, Keluarga Sehat dan Bahagia” tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi desa yang terintegrasi dengan pemenuhan gizi masyarakat.
Ibas mengatakan, bantuan usaha peternakan bukan hanya program ekonomi semata, melainkan pondasi membangun ekosistem pangan desa yang berkelanjutan. Ia menilai, keberhasilan peternakan ayam petelur di Wonogondo menunjukkan bahwa desa mampu berkembang jika mendapatkan pendampingan dan akses usaha yang tepat.
“Di Wonogondo ini sekitar 500 hingga 600 ayam petelur mampu menghasilkan lebih dari 500 butir telur setiap hari. Ini potensi luar biasa yang bisa menopang kebutuhan masyarakat,” kata Ibas dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, hasil produksi telur tersebut dapat menjadi sumber protein bagi anak-anak sekolah melalui program MBG. Ia berharap pola serupa bisa diterapkan di desa-desa lain di Pacitan agar ketahanan pangan desa semakin kuat.
Ibas juga menyoroti perubahan kondisi Desa Wonogondo yang sebelumnya dikenal kesulitan air bersih. Kini, kata dia, desa tersebut mulai berkembang setelah adanya dukungan pemerintah pusat, daerah, dan wakil rakyat.
“Dulu masyarakat Wonogondo sangat kesulitan air. Alhamdulillah sekarang menjadi desa yang surplus air,” ujarnya.
Perubahan itu dinilai menjadi modal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor produktif lain, mulai dari peternakan, pertanian, perikanan, hingga usaha pangan terpadu. Ibas menegaskan, sinergi antara program ekonomi desa dan pemenuhan gizi masyarakat harus terus diperkuat.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan program pangan dilakukan secara amanah dan tepat sasaran. Menurutnya, distribusi bahan pangan dan operasional dapur SPPG harus berjalan optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai terlambat dalam pengiriman, jangan sampai menu tidak berputar setiap hari, dan jangan sampai pengelolaannya hanya sekadar memenuhi laporan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ibas turut menyerahkan bantuan pakan untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan warga. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, serta jajaran pemerintah daerah dSumber foto: Ilustrasi Peternakan Ayaman kelompok peternak setempat.
