JAKARTA – Kendaraan taktis (rantis) “Maung” yang digunakan Presiden Prabowo Subianto selama rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, sukses menjadi pusat perhatian. Mobil produksi industri pertahanan dalam negeri Indonesia tersebut tampil mencolok di antara deretan kendaraan mewah para pemimpin negara Asia Tenggara lainnya.

Sejak hari pertama kedatangan Presiden di Cebu, Maung terus menarik minat para delegasi dan warga lokal. Desainnya yang gagah dan modern dinilai sebagai simbol kemajuan industri manufaktur Indonesia yang kini mulai bersaing di panggung global.

Sejumlah warga Cebu bahkan sengaja mengabadikan momen saat kendaraan tersebut melintas di lokasi konferensi. Yusail, salah satu warga setempat, mengaku kagum dengan tampilan visual rantis berwarna khas tersebut.

“Saya melihat ini sebagai satu kendaraan yang menakjubkan,” ujar Yusail saat mengamati unit Maung di sekitar lokasi agenda resmi Presiden, Jumat (8/5/2026).

Senada dengan Yusail, seorang warga bernama Alex juga tertangkap kamera sedang berswafoto dengan latar belakang mobil tersebut. Bagi masyarakat Filipina, model Maung dianggap memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada kendaraan taktis lainnya.

“Kendaraan ini sangat klasik dan berbeda dengan kendaraan lainnya yang pernah saya lihat di Filipina,” kata Alex memberikan kesan pribadinya.

Aspek keamanan dan kenyamanan Maung juga mendapat pengakuan dari pihak penyelenggara. Kathrine, seorang petugas keamanan KTT ASEAN ke-48, menilai kendaraan tersebut sangat layak untuk standar protokoler kepala negara.

“Saya rasa kendaraan ini sangat aman untuk dikendarai oleh Presiden Indonesia,” tutur Kathrine singkat.

Penggunaan Maung dalam kunjungan kenegaraan ini membawa misi diplomasi ekonomi dan kemandirian industri nasional. Langkah Presiden Prabowo menggunakan produk lokal di forum internasional menjadi pesan kuat mengenai kapasitas sektor pertahanan dan otomotif Indonesia.

Di tengah padatnya agenda diplomasi kawasan, Maung berhasil bertransformasi dari sekadar moda transportasi menjadi representasi kepercayaan diri bangsa. Kehadirannya menunjukkan bahwa produk buatan anak bangsa kini mampu tampil sejajar di tengah perhelatan diplomatik paling bergengsi di Asia Tenggara.