Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Surabaya yang dinilai menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Surabaya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian, serta Anggota DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso.

Menurut Bambang, program BSPS atau yang dikenal dengan program bedah rumah menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembangunan nasional, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program BSPS ini menjadi program prioritas Presiden RI Bapak H. Prabowo Subianto dan merupakan instrumen penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Bambang, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menjelaskan, program tersebut menargetkan sekitar 1.200 rumah di Surabaya untuk direnovasi. Berdasarkan data Pemerintah Kota Surabaya, sekitar 600 rumah telah terdata hingga 1 Mei 2026 dan ditargetkan siap sebelum 18 Mei 2026.

Menurut Bambang, rumah layak huni bukan hanya berkaitan dengan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan keluarga. Ia menilai rumah yang sehat dan nyaman dapat menciptakan lingkungan yang mendukung keharmonisan keluarga dan produktivitas masyarakat.

“Rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat tumbuhnya keharmonisan keluarga, kesehatan yang baik, dan masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rumah yang layak akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, kenyamanan hidup, hingga kemampuan keluarga untuk berkembang secara ekonomi dan sosial.

“Rumah yang sehat dan nyaman tentu keluarga akan semakin harmonis, bahagia, sehat, dan bisa berinovasi secara maksimal,” katanya.

Selain dampak sosial, Bambang juga menilai program BSPS berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut dia, proses renovasi rumah akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyedia material bangunan.

Ia menyebut pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah guna mendukung ekosistem pembangunan dan renovasi perumahan masyarakat.

“Program ini tentu membawa dampak pertumbuhan ekonomi dimana jumlah serapan tenaga kerja akan meningkat dan material UMKM juga akan menggeliat,” ujarnya.

Bambang turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PKP Maruarar Sirait atas pelaksanaan program tersebut di Surabaya. Ia berharap program BSPS dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat rumah layak huni.