JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan soal merek kuliner legendaris Es Teler 77 saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya pemerintah mendorong perusahaan swasta nasional agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Menurut dia, perusahaan Indonesia harus diberi ruang untuk berkembang dan menjadi pemain kuat di tingkat global.

“Kita harus dorong perusahaan-perusahaan swasta kita unggul,” kata Prabowo di hadapan peserta sidang.

Di tengah penyampaian pidato, Prabowo kemudian menyisipkan humor dengan menyinggung merek usaha kuliner Es Teler 77. Ketua Umum Partai Gerindra itu berkelakar bahwa kader partainya bisa saja membuat usaha tandingan bernama “Es Teler 88”.

“Ada juga itu apa, Es Teler 77, kan. Kalau orang Gerindra enggak mau bikin saingannya? Es Teler 88,” ujar Prabowo yang langsung disambut tawa peserta rapat.

Sementara itu, Es Teler 77 adalah salah satu jaringan waralaba kuliner lokal legendaris di Indonesia. Bisnis ini didirikan pada 7 Juli 1982 oleh Murniati Widjaja, bersama suaminya Trisno Budijanto dan sang menantu, Sukyatno Nugroho.

Kisah suksesnya bermula setelah Murniati memenangkan kompetisi membuat es teler di Jakarta. Berbekal kemenangan tersebut, mereka membuka warung tenda sederhana di emperan pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat.

Nama “77” sendiri dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai lambang angka keberuntungan sekaligus penanda tanggal dan bulan berdirinya usaha ini. Dari lapak kaki lima yang bersahaja, kini Es Teler 77 sukses bertransformasi menjadi jaringan restoran modern yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia hingga merambah ke luar negeri.