JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) membantah keras kabar viral yang menyebut Calon Ketua Umum (Caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) terjaring operasi narkoba. Isu yang beredar di media sosial itu mengklaim salah satu kandidat ditangkap bersama rombongan usai tiba dari Bangkok, Thailand.
Pihak BNN membenarkan adanya penindakan terhadap 14 penumpang WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (8/6) malam. Namun, otoritas antinarkotika memastikan operasi tersebut murni penegakan hukum dan tidak menyeret nama pengurus Hipmi.
”Semua tindakan BNN dan instansi terkait lainnya adalah upaya penegakan hukum secara profesional, tidak terkait dengan adanya berita yang beredar ya,” tegas Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Putu Putera Sadana, Rabu (10/6/2026).
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa operasi bersandi “Sapu Bersih Narkotika” ini merupakan pengembangan kasus penyelundupan 7,8 kg hashish oleh dua warga negara Rusia. Dari hasil tes urine terhadap 14 WNI yang dicurigai, petugas menemukan 10 orang positif mengonsumsi metamfetamina, THC, amfetamina, hingga kokain.
Sepuluh orang yang positif tersebut kini berstatus penyalahguna kategori ringan dan diwajibkan menjalani rehabilitasi rawat jalan. BNN telah memulangkan mereka pada Rabu (10/6) pagi dengan kewajiban wajib lapor secara berkala.
Sementara itu, pihak Hipmi pusat turut bersuara guna menepis isu miring yang berembus di tengah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII di Bandar Lampung. Pengurus memastikan keempat caketum, yakni Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afi Kalla, dan Anthony Leong, hadir dalam kondisi prima.
Sekretaris Jenderal Hipmi periode 2022-2026, Anggawira, menegaskan bahwa seluruh kandidat tengah mengikuti rangkaian sidang pleno Munas dengan lengkap. Ia memastikan kabar penangkapan salah satu caketum adalah bohong semata.
”Hadir lengkap, sehat, dan fit. Hoaks, itu agitasi propaganda,” pungkas Anggawira saat dikonfirmasi mengenai kondisi para calon ketua umum tersebut.
