Bali

Selasa, 26 Maret 2019 - 17:51 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Hutang Proyek Rp3,9 Milyar, Gedung Disperindag Gianyar Dibongkar

Gianyar – Sub kontraktor proyek Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Kabupaten Gianyar, terpaksa membongkar gedung Industri Kecil Menengah (IKM) yang baru dibangun.

Ini, karena pihak pelaksana diduga belum menepati janji membayar upah dan material hampir mencapai Rp 3,9 miliyar. Sangat disayangkan proyek dananya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar ini disinyalir bermasalah. Target proyek harusnya selesai di tahun 2018 tersebut dikabarkan dirundung persoalan pembayaran dari main kontraktor.

Supriyadi, selaku sub kontraktor dari main kontraktor PT. Marabuntha Ciptalaksana menjelaskan, aksi bongkar bangunan hampir rampung ini bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku hilang kesabaran lantaran terus dijanjikan dan terkesan merasa ditipu, jelasnya di lokasi proyek Desa Celuk, Sukawati Gianyar, Senin (25/3)

“Siapa yang tidak marah jika di perlakukan seperti ini. Kami dikasi BG ( Biro Gilyet,red ), saat kami akan cairkan, pihak Bank mengatakan kalau dananya tidak mencukupi,” bebernya.

Supriyadi menambahkan, pembongkaran dilakukan sudah melalui kesepakatan antara sesama sub kontraktor dan suplayer. Informasi dihimpun awak media, para sub kontraktor bersama suplayer mengaku sudah melakukan pendekatan kepada Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Gianyar namun diakui hasilnya nihil.

“Kami hanya menuntut hak-hak kami, karena kami juga punya tanggung jawab terhadap para pekerja. Itu tidak dipikirkan mereka,” keluh Supriyadi

Dikonfirmasi terpisah Suparman Yusuf, Pimpinan PT. Marabuntha Ciptaklaksana selaku main kontraktor melalui pesan whatsapp tidak ada tanggapan meski sudah dibaca. Begitu juga dengan Kadis Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Gianyar. Ir. I Wayan Suamba, MT, tidak memberikan keterangan terkait pembongkaran proyek berlangsung.

Artikel ini telah dibaca 289 kali

Baca Lainnya
loading…