Internasional

Minggu, 31 Maret 2019 - 23:08 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Ulama Kharismatik Fethullah Gulen

Ulama Kharismatik Fethullah Gulen

Soal Tuduhan Kudeta, Fethullah Gulen Bongkar Siapa Sosok Erdogan

TURKI – Ulama Kharismatik Fethullah Gulen menerangkan, kondisi demokrasi Turki saat ini memprihatinkan, karena banyak dari warga sipil, akademisi, jurnalis, aktivis yang ditahan lantaran telah berani mengkritik pemerintah Turki.

“Pemerintah di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengejar saya dan juga ratusan ribu orang lainnya pengkritik dari berbagai kelompok, terutama kepada gerakan Hizmet yang damai. Kehidupan telah dihancurkan melalui pemecatan, penyitaan, pemenjaraan, dan penyiksaan,” ujar Fethullah Gulen kepada media Prancis, Le Monde.

Namun Fethullah Gulen percaya kondisi itu tak akan berlangsung lama.

“Masyarakat sipil dan kebebasan pers harus dilindungi oleh konstitusi untuk berkembang dan menjadi bagian dari pengawasan dan keseimbangan terhadap kekuatan negara. Para pemimpin atau tokoh publik harus menekankan nilai-nilai demokrasi dalam retorika dan tindakan mereka,” ujar Fethullah Gulen.

Pria yang lahir pada 27 April 1941 saat ini tinggal di sebuah kamp yang berada di wilayah Pennsylvania, Amerika Serikat. Bukan tanpa alasan Fethullah Gulen berada di kamp tersebut, dirinya telah tinggal di Amerika sejak menjalani operasi jantung dan disarankan untuk menetap di sana.

Kamp tersebut merupakan milik seorang pengikut Fethullah yang merupakan pengusaha di Amerika.

Salah satu ibu dan bayi yang menjadi korban

Fethullah Gulen mengatakan, pemerintah Turki di bawah Erdogan saat ini menyalahkan dirinya dan gerakan Hizmet sebagai pelaku dari masalah-masalah masa lalu yang terjadi di negara dengan mayoritas masyarakat beragama muslim tersebut.

Fethullah Gulen merasa pemerintah saat ini mengkambinghitamkan dirinya agar nama baiknya menjadi buruk di mata masyarakat muslim dunia.

Profesor Dr Alon Ben Meir yang merupakan seorang yang ahli di bidang politik wilayah Timur Tengah, yang khusus menangani negosiasi internasional dan penyelesaian konflik menyebutkan dalam twitternya bahwa saat ini terdapat 17.000 wanita bersama dengan lebih dari 600 bayi telah dipenjara.

“That image was taken in Bursa prison.#Erdogan imprisoned 17.000 women with over 600 babies #Dictator @ahmetsyayla @barbarosansalfn @XharraArbana,” ujar Alon Ben Meir melalui Twitter pada 28 Febuari 2019.  [sjah]

Artikel ini telah dibaca 2432 kali

Baca Lainnya
loading…