Rabu, 21 Agustus 2019 - 12:02 WIB

Istimewa

Istimewa

Mantan Gubernur Jatim Soekarwo Dipanggil KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (21/8) memanggil mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo dalam penyidikan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung Tahun Anggaran 2018. Soekarwo dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono (SPR).

“Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SPR,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, KPK pada Selasa (20/8) juga telah memeriksa Karsali yang merupakan mantan ajudan Soekarwo. KPK pada 13 Mei 2019 telah mengumumkan Supriyono sebagai tersangka terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD atau APBD-P Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Dalam konstruksi perkara kasus tersebut, Supriyono diduga menerima Rp4,88 miliar terkait proses pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018. Uang tersebut diduga berasal dari Bupati Tulungagung 2013-2018 Syahri Mulyo dan kawan-kawan sebagai syarat pengesahan APBD dan/atau APBD Perubahan. Dalam perkara sebelumnya, Syahri Mulyo terbukti menerima suap dari sejumlah pengusaha di Tulungagung.

Dalam persidangan Syahri Mulyo, terungkap adanya uang yang diberikan kepada Ketua DPRD untuk biaya unduh anggaran bantuan provinsi dan praktik uang mahar untuk mendapatkan anggaran baik Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun bantuan provinsi yang dikumpulkan dari uang fee para kontraktor untuk diberikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung.

Dalam persidangan Syahri Mulyo terungkap bahwa Supriyono menerima Rp3,75 miliar dengan rincian penerimaan fee proyek APBD Murni dan APBD Perubahan selama empat tahun berturut pada 2014-2017 sebesar Rp500 juta setiap tahunnya atau total sekitar Rp2 miliar. Selanjutnya, penerimaan yang diduga untuk memperlancar proses pembahasan APBD, mempermudah pencairan DAK, dan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp750 juta sejak 2014-2018. Kemudian, fee proyek di Kabupaten Tulungagung selama tahun 2017 sebesar Rp1 miliar.

Artikel ini telah dibaca 415 kali

loading...
Baca Lainnya

Ketua Ormas GMDM Surabaya Mengelak Lakukan Penipuan Dalam Kasus Narkoba

Surabaya – Kasus penipuan yang dialami oleh keluarga terdakwa narkoba akhirnya mendapat respon. Yayuk Sri...

12 November 2019, 07:12 WIB

Bupati Blitar Gelar Jamasan Gong Kyai Pradah, Wisatawan Ngalap Berkah

Blitar.deliknews – Jamasan Gong Kiai Pradah atau Siraman Kiai Pradah merupakan bentuk perayaan tradisional di...

11 November 2019, 17:02 WIB

Bupati Blitar, Musda Ke-2 APD Diharapkan Adanya Kontribusi

Blitar.deliknews – Setiap tiga tahun sekali Asosiaai Perangkat Desa (APD) Kabupaten Blitar menggelar musyawarah daerah...

11 November 2019, 13:25 WIB

Peringatan Hari Pahlawan, Pemkab Blitar Gelar Upacara Bendera Dan Ziarah Ke Makam Bung Karno

Blitar.deliknews – Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 Nopember 2019 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

11 November 2019, 13:12 WIB

Lomba Desa, Bupati Blitar Serahkan 22 Unit MOD

Blitar.deliknews – Sebanyak 22 Mobil Operasional Desa (MOD) dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Minggu...

11 November 2019, 08:52 WIB

Ini Profile Motivator Terbaik Dari Surabaya

Nama Lengkap Hayomi Gunawan | Bram Agama Islam Tempat Lahir Bojonegoro Tanggal Lahir 7 Agustus...

11 November 2019, 07:42 WIB

loading...