Senin, 13 April 2020 - 08:03 WIB

Petugas medis di Pasaman pakai mantel plastik sebagai APD, Kamis (26/3/20). Sumber foto : Akun Facebook resmi Dinas Kominfo Pasaman.

Petugas medis di Pasaman pakai mantel plastik sebagai APD, Kamis (26/3/20). Sumber foto : Akun Facebook resmi Dinas Kominfo Pasaman.

Covid-19, Bidan Desa di Pasaman Cemas Butuh Perhatian

Pasaman, – Hampir seluruh masyarakat Indonesia termasuk di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat telah merasakan dampak Pandemi Corona atau Covid-19. Di Pasaman sendiri telah di nyatakan ada 2 orang pasien positif Covid-19.

Namun di balik masalah Pandemi ini, ternyata pemerintah Kabupaten Pasaman terkesan belum sepenuhnya siap mengantisifasi penyebaran virus itu. Kenapa tidak, hingga saat ini Pemkab Pasaman mengaku masih sulit memperoleh Alat Pelindung Diri (APD).

Baca berita terkait: Prihatin Melihat APD Petugas Medis di Pasaman

Pemkab Pasaman melalui Kadis Kominfo Pasaman William Hutabarat ketika dalam giat diskusi online “Langkah strategis Pasaman dalam menghadapi Civid-19” pada Minggu (12/4/20) malam menyampaikan bahwa Pemkab siap membeli APD dan anggarannya telah disediakan namun APD itu masih sulit didapatkan.

Sebelumnya pada (10/4/20) lalu, seorang Bidan Desa di Kabupaten Pasaman yang belum bisa disebutkan namanya mengaku sangat cemas dengan keadaan yang saat ini tidak memiliki APD. Ia mengaku belum ada menerima bantuan APD dari pemerintah.

“Gimana ya, di Puskesmas saja tidak cukup (APD), jadi bagaimana mau membagi ke daerah (bidan desa),” ujarnya.

Menurutnya, kalau ada pasien darurat didaerah pasti yang akan ditemui lebih dulu tenaga kesehatan didaerah. “Jika datang pasien mau berobat, apalagi keadaan darurat tidak mungkin kami tolak, namun jika kami terima, APD kami tidak ada, apa yang harus kami perbuat, sementara untuk membeli APD memerlukan banyak biaya,” tegasnya.

Baca juga: Ketua GOW Pasaman Ny. Mira Atos Pratama Bagikan Sembako

Irjen Pol Fakhrizal Bagikan Sembako Bukti Gotong Royong Lawan Covid-19

“Kadang-kadang APD hanya terfokus ke rumah sakit. Kami didaerah yang akan ditemui awal oleh masyarakat, ingat jugalah kami didaerah baik pemerintah maupun swasta. Ini merupakan aspirasi saya dan teman-teman bidan yang lain juga,” ungkapnya.

Bidan tersebut berharap agar pihak pemerintah maupun swasta untuk dapat dengan segera memberikan bantuan APD kepada seluruh tenaga kesehatan didaerah.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 1334 kali

loading...
Baca Lainnya

DPRD Nisel Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Nias Selatan, Deliknews.com – DPRD Kabupaten Nias Selatan menggelar rapat Paripurna untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan...

14 Agustus 2020, 14:29 WIB

Menteri Edhy: Jika Serius Kalian bisa Jadi Orang Kaya

Bali – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo meminta mahasiswa studi ilmu Kelautan dan...

Menteri Edhy (empat kiri) bersama mahasiswa saat melepaskan bibit Udang Vaname di tambak Politeknik KP Jembrana.

14 Agustus 2020, 09:54 WIB

Rancangan KUA Dan PPAS APBD Nisel T.A 2021 Ditandatangani Bupati Nisel Menyampaikan Apresiasi Dan Terima...

12 Agustus 2020, 20:04 WIB

Ulun Tanoh ikuti Lokmin Kegiatan Tentang Pencegahan Covid-19

Gayo Lues-untuk mencegah Covid-19 Kampung Ulun Tanoh mengikuti kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin). Kegiatan itu sendiri...

12 Agustus 2020, 16:17 WIB

Warga Pasaman Mengadu ke Polda Sumbar

Bertahun – tahun laporan pengaduan belum ada kepastian hukum, seorang warga Pasaman mengadu ke Polda...

Kantor Polda Sumbar

10 Agustus 2020, 19:10 WIB

Mengaku Sakit Hati Abdullah Bakar Tower Telkomsel

Gayo Lues-Mengaku sakit hati akibat gajinya diturunkan dari 900 ribu rupiah menjadi 300 ribu rupih,...

10 Agustus 2020, 18:48 WIB

loading...