Pandemi Covid-19, Warga Pasaman Sumbar Terancam Mati Kelaparan?

  • Whatsapp
Ilustrasi. (sumber: merdeka.com)

Pasaman, – Anggota DPRD Pasaman Ahmad Kadafi, menyebutkan takut nanti masyarakat mati kelaparan bukan mati karena Corona atau Covid-19.

“Takut kita besok masyarakat mati kelaparan bukan mati karena Corona,” ungkap Ahmad Kadafi ketika dikonfirmasi Deliknews.com soal isolasi mandiri salah satu kampung di Kecamatan Simpati, Selasa (14/4/20).

Baca juga: Covid-19, Bidan Desa di Pasaman Cemas Butuh Perhatian

Pandemi Covid-19, Lion Air Tegaskan Harga Tiket Sesuai Aturan

Disampaikan Ahmad Kadafi, sekitar 45 keluarga di Kampung Koto Kecamatan Simpati Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing.

“Iya ada isolasi mandiri sekitar 45 KK, masyarakat cemas telah 2 orang positif Corona disini, itu sebabnya dilakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing satu kampung,” ujar Ahmad Kadafi.

Menurutnya, masyarakat telah mengikuti aturan pemerintah untuk tidak keluar rumah, namun perhatian dari pemerintah terhadap masyarakat belum ada.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada (terima bantuan), kami masyarakat mengikuti aturan Pemda tidak keluar, namun kami butuh perhatian dari Pemda. Sudah 2 kali diumumkan Bupati, warga positif Corona di Kecamatan Simpati, namun hingga kini untuk perhatian boleh disebutkan belum ada,” terang Ahmad Kadafi, anggota DPRD Dapil setempat.

Ahmad Kadafi berharap agar pemerintah serius menangani masalah Covid-19, sebab ini sudah mendunia, khususnya Kecamatan Simpati sudah merasakan dampak virus tersebut. “Ini bukan dibuat-buat, masyarakat sudah patuhi aturan, tolong diperhatikan,” tegasnya.

Perihal itu, media ini telah mencoba mengkonfirmasi Bupati Pasaman Yusuf Lubis juga selaku ketua Gugus Tugas Covid-19, via telepon dan SMS, namun belum ada tanggapan.

Dikonfirmasi Kadis Kominfo Pasaman William Hutabarat selaku Koordinator Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, via WA belum menanggapi, dan via telepon menyampaikan sedang ada rapat.

Baca juga: Penanganan Covid-19 Sesuai Standar Internasional

Pembatasan Sosial Berskala Besar Minimalisasi Penularan Covid-19

“Sebentar, sedang rapat,” kata William Hutabarat via telepon.

Hal yang sama ketika di coba mengkonfirmasi Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19, Kapolres Pasaman AKBP Hendri Yahya, via WA belum menanggapi dan via telepon menyampaikan sedang ada rapat.

Hingga berita ditayangkan, media ini belum ada menerima penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Pasaman maupun Gugus Tugas Covid-19, terkait kabar masyarakat yang isolasi mandiri tersebut dan belum mendapat perhatian dari pemerintah.

(Darlin)

Pos terkait

loading...