BadungNampaknya dengan ada pemberitaan di media, membuat karyawan Villa Kubu milik Ciaran Francis Caulfield warga negara asing (WNA) didakwa menganiaya Ni Made Widiastuti Pramesti, yang sekarang masih bekerja akhirnya ikut angkat bicara. Pasalnya dibalik kasus terjadi, sebelumnya sang owner tidak memiliki tempramental, dikatakan selama ini cukup perhatian dengan karyawan.

Seperti cerita diungkap seorang karyawan bernama Ni Wayan Merta mengaku sudah bekerja di Villa Kubu dari tahun 2010. Diakui tanpa latar belakang pendidikan perhotelan atas kebaikan owner dapat diterima hingga sekarang menjadi supervisor di SPA.

“Dulu saat saya masih awal-awal kerja di sini, anak saya ditabrak orang, masuk rumah sakit, saya minta tolong dengan Ibu Dee-nya (partner kerja Ciaran yang juga sebagai owner Villa Kubu) puluhan juta saya dibantu biaya pengobatan anak saya. Saya merasa hutang budi dengannya. Rasanya sampai kapan pun saya tidak bisa membalasnya,” ungkap Ni Wayan Merta, di Restoran Villa Kubu Seminyak Kuta, Minggu (20/6).

Sisi lain kebaikan juga disampaikan karyawan bernama Sinta. Karyawan bagian reservasi Villa Kubu ini, bekerja mulai tahun 2016. Sinta mengaku dikuliahkan owner dan setelah selesai kuliah langsung dipekerjakan di sana.

“Saya bekerja di sini sejak 2016, saya diberikan scholarship (beasiswa), dikuliahkan selama 4 tahun dan diterima bekerja di sini oleh Bu Dee dan Pak Ciaran. Selama kuliah saya juga diberikan uang saku,” ungkap Sinta.

Begitupun dengan Ketut Sugata, tukang kebun dan kebersihan kolam renang mengaku telah bekerja di Villa Kubu selama 21 tahun. Ketut menilai bos nya itu, khususnya Ciaran, selama ini sikapnya cukup baik. “Saya sudah 21 tahun kerja disini, selama ini Ibu Dee, Pak Ciaran baik,” tutur Sugata

Cerita sama dalam bentuk empati dilakukan owner juga disampaikan beberapa karyawan lain. Mereka sama-sama berharap, masalah tengah membelit bos nya ini dapat segera selesai. Mengingat kasus hukum tersebut dikatakan bisa berdampak pada tempat mereka bekerja. Membuat kondisi semakin sulit di tengah pandemi Covid-19 dalam pariwisata terpuruk.