Selasa, 7 Juli 2020 - 23:30 WIB

 Penemuan Peluru Meriam diduga peninggalan pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol, pada Perang Paderi melawan Penjajah Belanda, pada 1803-1838, Selasa (07/7/20).

Penemuan Peluru Meriam diduga peninggalan pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol, pada Perang Paderi melawan Penjajah Belanda, pada 1803-1838, Selasa (07/7/20).

Warga Pasaman Temukan Peluru Meriam Diduga Sisa Perang Paderi

Pasaman, – Warga Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman menemukan Peluru Meriam diduga sisa-sisa Perang Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol, Selasa (07/7/20).

“Peluru ditemukan oleh salah seorang keturunan Tuanku Imam Bonjol di kawasan halaman rumahnya, perkiraan beratnya mencapai dua ton,” kata salah seorang penggiat budaya Arbi Tanjung, yang mengetahui penemuan itu.

Menurut Arbi, benda bersejarah tersebut masih diamankan di kediaman salah seorang keturunan pahlawan nasional tersebut dan direncanakan akan diserahkan sebagai koleksi ke Museum Tuanku Imam Bonjol di Pasaman.

Ia menegaskan, sebagai antisipasi agar benda tersebut tidak dikuasai oleh para kolektor benda-benda antik, ia bersama sejumlah penggiat lainnya sedang menggalang dana yang akan diserahkan kepada pihak penemu benda itu.

“Kami menargetkan nilai yang terkumpul bisa mencapai minimal Rp2,5 juta sebagai pengganti uang lelah, sehingga benda-benda itu tetap aman dan bisa dijadikan salah satu koleksi di museum,” ungkap Arbi Tanjung.

Baca juga: Dirbinmas Polda Sumbar Cek Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan

Polsek Sikakap Tetapkan WNA Tersangka Penganiayaan Anak

Ormas Islam dan LKAAM Pasaman Tolak RUU HIP

Salah seorang penggiat lainnya, Rika Fitriani, meminta semua pihak terkait bisa bersuara sama dalam menjaga situs sejarah dan penemuan sisa-sisa Perang Paderi itu agar bisa menjadi pengingat dan media pembelajaran bagi generasi penerus bangsa.

Menurut Rika Fitriani, sebagai Ranah Pahlawan Nasional, kawasan Bonjol yang menjadi pusat pertahanan Tuanku Imam Bonjol saat memimpin peperangan melawan penjajah Belanda, hampir tidak terekspose dan nyaris luput dari perhatian.

Senada disampaikan penggiat budaya lainnya, Mulyadi Putra. Menurutnya, sejauh ini perhatian pihak pemerintah daerah setempat belum menjadikan upaya pemeliharaan situs-situs bersejarah sebagai program kerjanya.

“Perang Paderi bukanlah peristiwa biasa melainkan sebuah untaian permata yang menjadi saksi bagaimana kegigihan para pendiri negara ini membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan,” tegas Mulyadi.

Sebagai anak bangsa, ia beserta komunitas penggiat lainnya merasa terpanggil untuk turut serta menyelamatkan situs sejarah dan budaya yang tersebar cukup banyak di daerah itu.

“Kami satukan apa yang kami bisa lakukan, yang penting aset sejarah itu bisa diselamatkan,” tukasnya.

Diketahui, Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia, pada 1772.

Tuanku Imam Bonjol wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotta, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864. Ia merupakan salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838.

(Darlin/Lensa)

Artikel ini telah dibaca 921 kali

loading...
Baca Lainnya

Warga Pasaman Mengadu ke Polda Sumbar

Bertahun – tahun laporan pengaduan belum ada kepastian hukum, seorang warga Pasaman mengadu ke Polda...

Kantor Polda Sumbar

10 Agustus 2020, 19:10 WIB

Mengaku Sakit Hati Abdullah Bakar Tower Telkomsel

Gayo Lues-Mengaku sakit hati akibat gajinya diturunkan dari 900 ribu rupiah menjadi 300 ribu rupih,...

10 Agustus 2020, 18:48 WIB

Pakai Daster, Tersangka Cabuli Korban Dibawah Jembatan

Gayo Lues-Dengan modus menyamar sebagai perempuan seorang laki-laki berinisial SK yang beralamat sementara di Dusun...

10 Agustus 2020, 18:44 WIB

PKN Pertanyakan Obat-Obatan yang Diduga Belum Disalurkan Dinkes Sejak Januari 2020 ke Sejumlah Puskesmas

Gayo Lues-Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Gayo Lues mempertanyakan pengadaan obat-obatan yang hingga kini belum...

8 Agustus 2020, 15:33 WIB

Publik Menunggu Titik Terang Dugaan Korupsi Program Seribu Hafiz

Gayo Lues- Mencuatnya dugaan kasus korupsi uang makan minum di Dinas Syariat Islam, Kabupaten Gayo...

8 Agustus 2020, 10:09 WIB

Orang Tua Murid SDI Laensukaer Mengeluhkan Pulsa Data Dan Sinyal Lemot

Malaka – Orang tua murid SDI Laensuker Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka NTT, merasa sangat rugi...

7 Agustus 2020, 21:33 WIB

loading...