Rabu, 22 Juli 2020 - 18:14 WIB

Kejari Badung tetapkan tersangka kasus Korupsi LPD Kekeran.

Kejari Badung tetapkan tersangka kasus Korupsi LPD Kekeran.

Kejari Badung Tetapkan 3 Terangka Kasus Korupsi LPD Kekeran

Badung – Bertepatan dengan Hari Bakti Adhyaksa ke-60, Rabu 22 Juli 2020, Kejaksaan Negeri Badung menetapkan 3 (tiga) orang Tersangka tindak pidana korupsi pengelolaan dana keuangan pada LPD Desa Adat Kekeran, Desa Angantaka Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Untuk Periode 01 Januari 2016 sampai dengan 31 Mei 2017.

Ketiga orang tersangka dengan inisial IWS (selaku Ketua), NKA (selaku Tata Usaha) dan IMWW (selaku Kasir) pada LPD Desa Adat Kekeran.

Bahwa Ketiga Tersangka disangkakan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kajari Badung, Hari Wibowo, SH., MH, menerangkan kasus berawal dari adanya Laporan Masyarakat yang diterima oleh Kejaksaan Negeri Badung pada tanggal 20 April 2020, kemudian Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Badung melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 49 (empat puluh sembilan) orang.

Dari pemeriksaan tersebut diperoleh fakta jika Tersangka IWS bersama-sama dengan Tersangka NKA dan Tersangka IMWW pada saat menjadi Pengurus LPD Desa Adat Kekeran telah menerima uang tabungan dan uang deposito dari nasabah. Namun nominal uang dari nasabah tersebut tidak dicatatkan seluruhnya atau tidak dicatatkan sebagian dalam pembukuan, kemudian uang tersebut juga tidak disetorkan seluruhnya atau sebagian oleh mereka tersangka ke LPD Desa Adat Kekeran, akan tetapi uang tersebut secara bersama-sama mereka nikmati untuk kepentingan pribadi mereka masing-masing.

Dari hasil audit penghitungan kerugian Negara yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik I GEDE OKA berdasarkan Laporan Pertanggung Jawaban Pengelolaan Keuangan LPD Desa Adat Kekeran Periode 01 Januari 2016 sampai dengan 31 Mei 2017 diperoleh hasil nilai kerugian yang harus dipertanggung jawabkan oleh Tersangka IWS bersama-sama dengan Tersangka NKA dan Tersangka IMWW adalah sebesar Rp. 5.258.192.863.

Artikel ini telah dibaca 242 kali

loading...
Baca Lainnya

Teknisi Telkom Malaka Bantah Persoalan Jaringan Terganggu di Disdukcapil

Malaka, NTT, deliknews – Teknisi Telkom Malaka membantah, tidak benar yang dipersoalkan oleh Dinas Kependudukan...

21 Januari 2021, 17:23 WIB

Sasaran Sekolah, Brimob dan TNI Laksanakan Penyemprotan Disinfektan

Satbrimob Polda Aceh, Kamis(21/01/2021) Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang dipimpin oleh...

21 Januari 2021, 13:29 WIB

NGO Metamorfosa : Teknis Pelepas Liar Lobster Dilakukan Pak Menteri Tepat dan Efesien

Buleleng РKetua NGO Metamorfosa I Ketut Santika akrab disapa Ketut Totok menilai, pelepasliaran lobster (restocking)...

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

21 Januari 2021, 12:06 WIB

Ini Kata GPLI Perhitungan Budidaya Lobster Capai 24 Ton Setahun

BULELENG – Gunawan selaku ketua dari asosiasi Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) merasa perlu menularkan...

Foto: proses Panen Lobster GPLI disaksikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

21 Januari 2021, 11:11 WIB

Sudah 2 Hari Terjadi Kelangkaan BBM di Bartim

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Masyarakat di kota Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan...

21 Januari 2021, 10:50 WIB

Pembangunan Perumahan Transmigrasi Lokal di Malaka

Malaka, NTT, deliknews – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Malaka NTT di tahun...

21 Januari 2021, 00:05 WIB

loading...