Lihat, Ketum Sahabat Polisi Indonesia Kukuhkan DPW NTB

  • Whatsapp

MATARAM , – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Sahabat Polisi Indonesia Fonda Tangguh, mengukuhkan DPW Sahabat Polisi Indonesia Nusa Tenggara Barat, Senin (1/3) di Hotel Gren Legi, Mataram.

Acara pengukuhan itu, dihadiri langsung Kapolda NTB Irjen Pol. Moh. Iqbal,S.I.K.,M.H,Kapolres Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Gubernur NTB Kanda Dr. Zulkieflimansyah, S.E.,M.Sc yang diwakili oleh KASAT Pol PP Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Tri Budi Prayitno,M.MSi.

Bacaan Lainnya

Dalam peresmian DPW Sahabat Polisi Indonesia NTB, Ketua Umum Sahabat Polisi, Fonda Tangguh mengatakan, salah satu persoalan yang dialami bangsa Indonesia adalah Datangnya virus Covid 19.

“Kami dan Polri mengajak masyarakat semua untuk bersama-sama Melawan Covid – 19 , mari kita bersama Gotong Royong Melawan Covid – 19 Menuju NTB Sehat dan Bangkit .” ujarnya kepada wartawan.

Fonda Tangguh melanjutkan, pengukuhan dan Deklarasi Sahabat Polisi Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah Nusa Tenggara Barat pada hari ini, Senin, 1 maret 2021. Bahwa sebagai organisasi masyarakat, Sahabat Polisi Indonesia merupakan wadah yang menjembatani masyarakat terhadap polisi dan juga sebaliknya menjembatani institusi kepolisian terhadap masyarakat yang tujuannya menciptakan tatanan kehidupan yang aman dan damai.

Di tengah situasi pademi covid 19 ini tentunya banyak mengubah kehidupan masyarakat kita, mulai dari membiasakan diri menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak, hal ini terus kita lakukan seiring dengan harapan wabah ini segera berakhir.

Untuk itu kami keluarga besar Sahabat Polisi Indonesia berkomitmen untuk bahu membahu bersama Pemerintah bergotong Royong melawan Covid 19, untuk itu izin Bapak Gubernur, Izin Jenderal, bahwa Kegiatan Deklarasi Gotong royong melawan covid 19 untuk NTB sehat dan bangkit yang diadakan oleh DPW sahabat polisi indonesia nusa tenggara barat (NTB) adalah “sebagai bentuk Ikut Serta Mendukung Program Pemerintah Menuju Indonesia Maju dan NTB Gemilang.” Ungkapnya.

Dalam Kesempatan Gubernur NTB , Dr.H.ZULKIEFLIMANH Yang dibacakan oleh Kasatpol PP provinsi NTB, Tri Budi Prayitno mengatakan kita ketahui bersama, bahwa slogan yang dimiliki polisi adalah pengayom masyarakat. sebagaimana tugasnya, selain berupaya untuk terus memelihara keamanan serta ketertiban bagi masyarakat dan lingkungannya, polisi juga bertindak sebagai penegak hukum dan memberikan perlindungan, serta pelayanan kepada masyarakat.

“berbagai kasus dan penindakan YANG terjadi di masyarakat, terkadang memang harus diselesaikan dan dijalankan dengan hati nurani dari seorang polisi. karena hakikatnya, keberadaan polisi untuk membuat masyarakat menjadi semakin terlindungi”.

Alhamdulillah, pada hari ini kembali kita menyaksikan harapan yang baik dalam membentuk citra aparat penegak hukum kita. momen pengukuhan dan deklarasi dewan pengurus wilayah sahabat polisi indonesia provinsi nusa tenggara barat ini, tentunya memberikan harapan besar bagi masyarakat kita untuk lebih dekat dan bersahabat dengan polisi.” Ujarnya.

“selain itu, menjadi harapan kita bersama juga bahwa, dengan kehadiran sahabat polisi indonesia ini akan mampu memperbaiki citra kurang baik polisi pada sebagian masyarakat kita yang sudah terlanjur terbentuk, akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.”

sahabat polisi indonesia, bisa menjadi jembatan antara aparat kepolisian dan masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kepercayaan yang semakin tinggi bahwa polisi memang hadir untuk melayani masyarakat.

“Ia berharap kedepan polisi dan masyarakat dapat bersinergi dengan baik menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga tingkat kenyamanan di daerah tercinta kita ini, akan terwujud maksimal.”jelas Bang Zul yang disampaikan oleh kasat pol PP provinsi NTB, Tri Budi Prayitno.

Di tempat yang sama , Kapolda NTB Irjen Pol. Moh. Iqbal,S.I.K.,M.H., mengatakan bahwa dunia sudah memilih yang namanya nomenklaturnya, demokrasi bahasa Yunani yaitu demos dan kratos artinya kedaulatan ditangan rakyat.

“Ia juga menceritakan sedikit bahwa dulu, ada seorang ahli politik staf ahlinya kementerian Amerika luar negeri namanya Perancis kuku Yamaha seorang warga negara Amerika tetapi keturunan Jepang dia menulis buku di end of history and The last man. Yang ditulis tahun 1990-an tetapi terbukti sekarang bahwa pasca perang dingin tembok Berlin itu semua runtuh sistem negara, yaitu demokrasi bahkan, menuju demokrasi liberal. ”

“kita sama-sama merasakan pada tahun 1968 demokrasi melanda Indonesia seluruh elemen bangsa waktu itu, terutama , organisasi kepemudaan mahasiswa menduduki gedung DPR MPR di Senayan.”

Lebih lanjut Kapolda NTB , Irjen Pol. Moh. Iqbal,S.I.K.,M.H., mengatakan masih ingat , waktu itu disitulah awal orde baru runtuh mulai sistem demokrasi bergulir sampai hari ini demokrasi tidak bisa dipungkiri mungkin hanya hitungan jari, negara di dunia yang tidak menganut sistem demokrasi saat ini , bahkan berkembang ada isu hak asasi manusia dan lain-lain .

“oleh karena itu, negara yang ingin serupa atau kementerian lembaga manapun yang ingin eksis atau organisasi manapun yang ingin eksis dia akan berorientasi kepada kepentingan publik ,kepentingan rakyat”.

Bahkan, dalam pandangan saya komunitas terkecil apapun RT/ RW, bahkan mungkin paguyuban apa namanya yang sahabatnya Pak tani pedagang kaki lima pun harus berorientasi pada kepentingan publik adalah pelanggan jadi kalau misalnya polisi tidak berorientasi kepada kepentingan publik publik ingin ingin ingin nyaman kepentingan ekonomi oke kepentingan ibadah kepentingan berpendidikan kesehatan tanah sebagai oleh karena itu saya menggiring main set ini hari ini kita ditayangkan diundang oleh teman-teman di nabung saham dihadiri oleh adinda Honda tangguh

Komunitas organisasi Sahabat Polisi Indonesia hari ini di NTB hadir, dan sudah melakukan deklarasi dan akan dikukuhkan oleh DPN (Dewan Pimpinan Pusat).

” Pesan saya bahwa kepentingan publik itu nomor satu kalau berani mensejajarkan menggunakan alat ukur atau narasi ,sahabat Polisi ini adalah simbol pelindung pengayom bukan penegak hukum artinya Dina tidak boleh melanggar hukum , tidak boleh melanggar aturan-aturan, norma yang ada, baik secara undang-undang, maupun secara adat istiadat.” beber Kapolda NTB Yang akrab disapa M. Iqbal.

Ia juga menjelaskan bahwa, teman-teman yang menyaksikan secara virtual saya pesan, dua kehadiran saya di sini bukan hanya sekedar sahabat tetapi saya ingin menyampaikan bahwa simbol Bang Iqbal sebagai Kapolda NTB, “saya bangga karena memperoleh tim baru sahabat polisi Indonesia tetapi , simbol itu harus terimplementasi kepada tindakan-tindakan nyata , kesehariannya kalau misalnya nih dalam era pandemi masyarakat diperbolehkan atau dipaksa atau didesak untuk melakukan protokol kesehatan .

Sebagai sahabat Polisi harus duluan, tidak boleh , tidak menggunakan masker, berkerumun , dan menjaga jarak .” Lanjut Kapolda NTB Mengucapkan Kepada pengurus DPW SPI NTB semoga bisa bersinergi Dengan aparat kepolisian untuk Memutus Mata rantai Covid 19.” Tutup M . Iqbal.(*)

Pos terkait

loading...