World Superbike Tingkatkan Arus Pariwisata

  • Whatsapp

World Superbike Tingkatkan Arus Pariwisata

Oleh: Titis Lintang

World Superbike akan diselenggarakan pada bulan november ini di Sirkuit Mandalika, NTB. Acara tersebut dinantikan banyak pihak karena dapat meningkatkan kembali arus Pariwisata dan menggerakkan kembali perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19.

Publik dikejutkan dengan peresmian Sirkuit Mandalika di NTB, karena langsung dijadikan ajang balapan World Superbike pada november 2021 ini.

Maklum ini masa pandemi sehingga mereka mengira belum ada event lagi setelah PON XX Papua. Namun panitia memastikan balapan ini menjaga protokol kesehatan sehingga tidak akan berdampak negatif, baik pada racer maupun pada penontonnya.

Penonton di rumah antusias menunggu pembukaan World Superbike, karena mereka juga butuh hiburan segar untuk mencerahkan masa pandemi. Apalagi balapan ini berstandar internasional sehingga para pebalapnya sangat profesional. Selain itu, ajang World Superbike juga mampu meningkatkans ektor pariwisata di NTB.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah Lendek Jayadi menyatakan bahwa hotel dan penginapan penuh jelang pembukaan World Superbike, bahkan rumah warga juga dihuni oleh mereka yang ingin menonton balapan ini. Kenaikan tingkat penginapan juga terjadi di daerah Lombok Barat dan Mataram, tak hanya Lombok Tengah.
Lendek Jayadi melanjutkan, perkiraan penonton World Superbike mencapai 25.000 orang. Sedangkan okupansi hotel ada 3.000 kamar, belum termasuk homestay dan jenis penginapan lain. Dalam artian, ada euforia penonton yang ingin menyaksikan balapan berkelas internasional dan akhirnya menguntungkan warga NTB.
Antusiasme penonton yang ingin menyaksikan World Superbike secara langsung ini menggerakkan kembali sektor pariwisata di NTB. Hal ini amat bagus karena selama hampir 2 tahun sektor pariwisata mati suri akibat pandemi. Ketika sektor pariwisata bangkit lagi tentu pengusaha hotel dan penginapan lain tersenyum gembira, karena tingkat hunian akan meningkat.
Naiknya tingkat hunian hotel tidak usah dikhawatirkan karena para pengusaha memastikan semuanya menaati protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak membuat kluster corona baru. Mereka sadar bahwa pandemi belum usai, sehingga harus meningkatkan standar higienitas.
Saat penginapan mulai didatangi turis maka pebisnis di sektor transportasi juga jadi gembira. Penyebabnya karena ada peningkatan pengunjung di NTB sehingga mereka membutuhkan transportasi umum, baik taksi maupun kendaraan lainnya.
Ketika sektor pariwisata naik maka berdampak positif juga pada bidang ekonomi. Contohnya adalah para pedagang makanan, baik di sekitar hotel maupun sekitar sirkuit Mandalika. Mereka kecipratan rezeki karena penonton akan mampir ke sana untuk sekadar ngopi sambil sarapan atau makan siang, baru beraktivitas lainnya.
Pedagang suvenir dan oleh-oleh khas NTB juga bisa berjualan kembali karena ada turis asing maupun lokal yang menonton World Superbike. Mereka bisa bernafas lega karena akhirnya ada pembeli, tidak seperti 2 tahun ini yang harus gigit jari karena NTB sepi saat pandemi.
Peningkatan sektor pariwisata tentu menguntungkan karena membuat kantong warga makin membuncit. Mereka tidak lagi kesusahan akibat tidak punya uang, karena bisa menyewakan kamar untuk para penonton World Superbike yang kehabisan tempat karena hotel dan homestay fully booked. Alternatif lain, mereka bisa jadi ojek atau guide lokal dan memandu para penonton untuk mkengeksplor keindahan NTB.
Ajang World Superbike sangat dinanti oleh masyarakat, baik yang tinggal di NTB maupun daerah lainnya. Lomba balap motor ini tak hanya jadi tontonan tetapi juga meningkatkan sektor pariwisata di NTB yang sempat pingsan karena pandemi. Perekonomian warga jadi tertolong karena mereka bisa menyewakan kamar, berjualan makanan, atau jadi ojek untuk para penonton World Superbike.
)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pos terkait

loading...