Rapat OPD, Para Camat Bersama Bupati dan Wakil Bupati Malaka

Malaka, NTT, deliknews – Kalau membangun daerah yang bersih harus membuka diri secara transparan tethadap sesama dan duduk untuk dibahas bersama dengan keikraran hati. Sebab, membangun sebuah daerah itu bukan secara perorangan atau dengan segelintir orang, tetapi melalui kerja sama yang baik antara kita dengan melibatkan semua pihak.

Dalam pembangunan daerah bukan dengan kekuasaan dan kemauan satu orang, tetapi membangun daerah itu perlu satukan tekat, satukan hati, dengan kerjasama antara semua pihak mulai dari masyarakat yang ada ditingkat desa sampai dengan tingkat kabupaten. Dari sisi pembangunan itu di ibaratkan dengan sapu lidi, yang dimana hanya dengan sebatang lidi belum tentu bisa dapat menyapu kotoran.

Hal ini, disampaikan Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH, MH, dan Wakil Bupati Malaka, Louise Luky Taolin, S. Sos, dalam rapat khusus para OPD dan Camat sekabupaten malaka dirumah jabatan bupati malaka weleun, pada Kamis(23/12/2021)

Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH, MH, menyampaikan pembangunan daerah itu harus duduk bersama untuk satukan hati dengan tekat membangunkan daerah malaka itu bukannya hanya berbicara saja diluar. Tetapi harus duduk untuk dibahas bersama dengan apa yang dibuat sesuai dengan tata aturan, juga apa yang diperioritaskan dalam kebutuhan masyarakat.

Lanjut Bupati Simon, membangun daerah yang bersih, jujur dan adil itu tidak boleh ada ketertutupan antara semua pihak dengan kegiatan-kegitan apapun yang sudah diprogramkannya oleh pemerintah, melainkan Bupati dan Wakil Bupati Malaka. Bebernya.

“Untuk membangun malaka belum tentu, saya kerja sendiri, pa wakil bupati kerja sendiri, para OPD dan camat kerja sendiri. Oleh karena itu, mari duduk bersama-sama, supaya diskusikan untuk membangun malaka. Bukannya hanya berbicara dari luar saja, dan saya sampaikan bahwa, saya bersama wakil terus berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat malaka, karena kami datang untuk membamgun tanah malaka” ujarnya.

Ia juga menyampaikan perda lembaga Adat, hukum Adat, akan jadi aturan supaya ada kejelasan dengan insentif atau gaji Fukun. Selai itu, Brend beras nona malaka ditahun 2022, sudah dilauncing. Pungkasnya.(Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.