Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
NTT

ADPRD Malaka Minta PT. WIKA Buka Jalan Jembatan Benenai

Malaka, NTT, deliknews-
Terputusnya jalan dan jembatan alternatif  benenai bertepat didesa haitimuk kecamatan weliman, kabupaten malaka, sangat meresahkan epat warga kecamatan, yaitu Kecamatan Weliman, Rinhat, Malaka Barat dan Kecamatan Wewiku.

Dampak dari terputusnya jalan dan jembatan alternatif tersebut, membuat kenderaan beroda dua mau melintas ke pusat kota haurus dipikulkan oleh warga setempat dengan harga Rp. 100.000/motor, itupun berlaku pada motor kecil, dan speda motor besar, 150.000/motor.

Terjadi kenderaan beroda 2, belum bisa dapat melintas sungai kali Benenai ke pusat ibu kota Kabupaten malaka, semenjak rusaknya jembatan alternatif sugai kali benenai pada minggu (2/1/2022) lalu.

Akibat dari  jalan dan jembatan alternatif rusak total itu hanya bisa dilewati manusia secara estavet melalui  tangga pada samping jembatan, sedangkan kendaraan roda dua dan sejenisnya tidak bisa dapat melintas. Dan sementara kendaraan roda 2 itu, harus parkir di bibir sungai sambil menunggu waktu kapan bisa dilewatinya. Pada hal, pengecoran laintai jembatan benenai sudah selesai.

Dengan adanya keresahan warga 4 kecamatan itu, maka Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (ADPRD) Malaka dari dapil II, Jemianus Koe, asal partai Golkar  minta PT. Wijaya Karya(WIKA) untuk membuka jalan jembatan Benenai yang sudah selesai pengecoran itu, supaya dapat dilintasi oleh kenderaan beroda dua  dari warga 4 kecamatan yang ada disebelah kali Benenai. Minta ADPRD dapil II, Jemianus Koe.

” Saya minta pihak PT. Wijaya Karya(WIKA), supaya segera membuka jalan jembatan benenai, sehingga bisa dapat dilintasi oleh kenderan beroda 2, yang dimana pengecoran lantai jembatannya sudah habis dicor. Dan PT. Wika harus ingat baik-baik, karena pekerjaan jembantan benenai itu sudah terlambat. ” Ungkap Jemianus koe, melalui telpon selulernya, pada Rabu(11/1/2022)

Anggota Dewan asal dapil II itu, sangat prihatin dengan warga keempat kecamatan, karena para warga mau melintas ke pusat kota kabupaten harus mengeluarkan anggaran yang begitu besar. Ia, menyatakan pada deliknews, bahwa dirinya sebagai dewan sangat memprihatin terhadap warganya, karena mereka belanja 1 karung beras ditoko betun dengan harga Rp.450.000, dan terakhir jatuh harga bisa sampai Rp.500.000 atau lebih, karena masih ada ingkos pikul diatas jembatan Benenai, sedangkan pengecorannya sudah selesai. Ujarnya.

Oleh sebab itu, ADPRD Jemianus Koe, minta dengan tegas supaya jembatan benenai segera dibuka. Walaupun kenderaan beroda empat belum bisa dilintas, akan tetapi kenderaan beroda bisa dapat dilintas. Tegas Jemianus Koe.

Ia juga, menyampaikan bahwa pekerjaan  PT. Wika, semenjak awal melkasanakan kegiatan pekerjaan tidak mengadakan papan Informasih pekerjaan proyek tersebut. Dengan demikian secara aturan, PT. Wijaya Karya(WIKA) sudah menyalahi aturannya. ” Sesuai amanah Undang-Undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan informasi proyek.” pungkasnya.(Dami Atok)