Dituding Sebagai Pembunuh Nandy Atok bakal Polisikan Agus Pinto

Belu, NTT, deliknews- Ketua Fraksi PAN DPRD Propinsi NTT Bernandinus Taek yang akrab disapa Nandy Atok yang merupakan anak kandung dari Fanus Atok bakal membuat loparan polisi pada Polres Belu terhadap pernyataan anggota Fraksi Gerindra DPRD Belu, Agus Pinto yang beredar di Grup WA DPRD Belu yang menuding Fanus Atok dan Joao Do Carmo sebagai pembunuh almarhum Joao Vicente.

“Sebagai anak kandung, saya tentu merasa tidak puas dengan pernyataan pak Agus Pinto yang menuduh bapak saya (Fanus Atok, red) sebagai pembunuh dan melakukan pemerasan liar dimana-mana yaitu di kabupaten TTU dan Belu. Karena itu saya akan buat laporan ke BK (badan kehormatan) DPRD Belu dan laporan polisi pada Polres Belu,” ungkap Nandy Atok saat jumpa pers, di Cafe Lakmaras, Atambua Selasa (18/1/2022),

Karena itu, lanjut Nandy Atok dirinya merasa tidak puas, sehingga perlu mengambil sikap dengan mendatangi BK DPRD Belu dan Polres Belu untuk meminta pertanggung jawaban atas pernyataan itu dan bisa membuktikan apa yang disampaikan oleh anggota DPRD Belu Agus Pinto.

“Saya bersama keluarga akan datang ke BK dan Polres Belu untuk meminta pertanggungjawaban atas pernyataan pak Agus Pinto yang menuduh bapak saya sebagai pembunuh dan melakukan pemerasan dimana-mana yaitu di TTU dan Belu. Ini harus bisa dibuktikan oleh pak Agus Pinto,” tegas Nandy Atok

Dia menambahkan, dirinya bersama keluarga direncanakan akan datang ke BK DPRD Belu dan selanjutnya melaporkan kasus itu ke Polres Belu pada Jumat (21/1/2022).

Anggota DPRD Belu, Agus Pinto kepada wartawan di gedung DPRD Belu mengakui bahwa, apa yang disampaikan memang benar terjadi pungutan liar (pungli) untuk pengurusan veteran. “Memang itu terjadi berul. Terbukti sekarang ada 52 orang di TTU dan Lius Besin itu orang dekat Fanus Atok. Dan sekarang kita sementara buka posko pengaduan ko,” paparnya.

Kalau mengenai kematian Joao Vicente, kata Agus Pinto, almarhum meninggal di kantor Veteran Kilo 16, Kecamatan Tasifeto barat, Belu.

“Semua jelas, BAP di polisi dan kejaksaan tertulis begitu dan kita bicara kenyataan bukan menuduh, memang realita seperti itu ko, kalau memang itu tidak benar kita buka dokumen, kita tidak sembarang tuduh orang,” pinta Agus Pinto.

Dia mengemukakan, dirinya dengan Fanus Atok tidak ada masalah. Namun sebagai keluarga korban dirinya harus berbicara. Joao Vicente sebagai anggota pejuang, terus meninggal dunia sampai saat ini juga prosesnya tidak berjalan dengan baik, siapa yang membunuh tidak terbukti dan polisi proses tidak terbukti. Terus para pembunuh itu dibiarkan saja, dan tidak pernah masuk penjara.

“Saya bisa buktikan. Ada laporan di pengacara pak Joao Meko, juga ada di pengadilan, nanti saya ambil kasih ke wartawan. Memang seperti itu kita tidak mengada-gada. Silakan lapor saja dan kita juga dalam waktu dekat akan lapor balik Fanus Atok. Kita sementara kumpulkan bukti bukti dan bawa ke Polres Belu tentang pungutan di TTU dan Belu,” pungkasnya.

Hal yang sama juga, pihaknya akan membuka kembali dokumen kematian Joao Vicente karena prosesnya tidak berjalan. “Saya siap menghadapi laporan oleh Fanus Atok dan keluarga,” pintanya.(dhoru/Dami Atok).

Pos terkait

loading...