Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
NTT

Antisipasi Serangan Hama dan Penyakit Pada Tanaman Petani Distan Belu Lakukan Hal Ini

Atambua, NTT, deliknews -Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian (padi dan jagung) pada musim tanam periode Oktober-Maret bagi petani, pihak dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu terus melakukan berbagai upaya agar tanaman padi, jagung dan tanaman hortikultura lainnya dapat terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Berbagai hal yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu yakni petugas pengamat hama melakukan pengamatan terhadap hasil pertanian petani. Selain itu sangat dibutuhkan dukungan dan proaktif para petani untuk melaporkan keadaan tanaman jika terjadi serangan hama atau penyakit pada petugas penyuluh lapangan untuk segera dilakukan tindakan penyemprotan oleh petugas termasuk penyediaan obat-obatan pestisida.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gela A. Lay Rade, S.Pt mengatakan hal itu kepada media ini diruang kerjanya Kamis (27/1/2022).

“Memang untuk upaya u tuk meningkatkan hasil produksi petani, kita selalu siap. Jadi yang pertama, memang kita ada petugas pengamat hama yang tugasnya khusus melakukan pengamatan hama. Tapi yang paling penting itu kita butuh dukungan dari petani itu sendiri. Misalnya, ada satu dua pohon yang sudah terkena penyakit atau hama jangan dibiarkan, tapi harus disingkirkan dan segera laporkan ke dinas untuk dilakukan pengamatan oleh petugas pengamat hama supaya kalau butuh untuk ditindak lanjuti maka akan ditindak lanjuti,” kata Gela

Menurutnya, pihaknya sangat membutuhkan dukungan petani untuk melaporkan keadaan tanaman pertanian kepada Dinas karena ketika terjadi serangan hama petugas pengamat hama bisa saja tidak berada dilahan petani yang bersangkutan. “Jadi berdasarkan laporan petani maka petugas melakukan pengamatan untuk ditindak lanjuti,” tambahnya.

Disinggung terkait penyediaan pupuk yang selama ini dikeluhkan petani dan terkesan langkah. Gela mengakui bahwa petani sempat mengeluhkan kelangkaan pupuk.

“Yang selama ini dikeluhkan oleh petani yakni pupuk dan kami sudah berupaya melalui pupuk subsidi bisa secepatnya sampai ditangan petani dan itu sudah jalan,” ungkap Gela.

Meskipun demikian, dirinya mengakui terkait penyediaan pupuk sedikit mengalami pengurangan dari kuota yang diusulkan. Karena itu pihaknya berupaya agar dalam distribusi pupuk bagi petani tidak seluruhnya petani dapat tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan petani.

“Ketersediaan pupuk yang ada akan kita distribusikan sampai ke kecamatan dan desa sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan petani dalam RDKK (Rencana Defenitf Kerja Kelompok),” pintanya.(dhoru/Dami Atok).