Malaka, NTT, deliknews- Pantai Abudenok salah satu tempat wisata yang dikunjungngi wisatawan lokal yang datang dari berbagai wilayah daerah malaka, bahkan datang dari luar daerah malaka mengunakan mobil dan motor selalu memadati tempat parkiran.
Para pengunjung tempat wisata Abudenok membuang sampah berupa kulit minuman aqua dan kulit dos sembarangan dilokasih wisata, sehingga sampah terserak dimana- mana.
Tempat wisata yang terletak didesa Rabasa dan Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur, dikunjungngi wisatawan lokal setiap harinya, dipenuhkan kotoran sampah itu, karena kurang perhatian dari Pemerintah Kabupaten(pemkab) Malaka, khususnya dinas pariwisata, juga pemerintah setempat.
Salah satu warga desa Leunklot kecamatan Weliman pengunjung lokasih wisata Abudenok, menyampaikan kedatangan rombongan keluarga ditempat wisata itu bukan saja refreshing atau berekreasi, tetapi mengadakan acara hari ulang tahun anaknya. Kata Merin ditempat Wisata, Minggu(30/1/2022)
“Acara hari ulang tahun anak ditempat wisata Abudenok itu, yang pertama mengajak keluarga untuk berekreasi di tempat wisata yang ada dimalaka. Kedua, membahagiakan anak ditempat-tempat yang ramai, agar anak bisa merasakan kesayangan orang tua terhadap dirinya” ujar Merin.
Ia juga menambahkan tempat wisata Abudenok bukan baru dikenal sekarang, akan tetapi nama Abudenok sudah dikenal semenjak dahulu kala secara turun temurun sampai dengan sekarang. Jadi, tempat ini sudah layak untuk tempat pariwisata. Ungkapnya.
Pada tempat yang sama, Jek warga desa Kamanasa Kecamatan Malaka tengah, mengatakan tempat wisata Abudenok, masih memiliki tumbuhan alam berupa pohon cemara, bakau dan tumbuhan lainnya itu yang membuat ketertarikan kita berkunjung keseni. Kata Jek.
Lanjutnya, Tempat wisata Abudenok masih nampak keaslian alamnya dan ditunjang dengan pesisir pantai pasir putih. Kemudian, dibagian Barat terdapat gunung Fatumea yang cukup memiliki nama dan bersejara.
Dengan demikian wisata Abudenok, butuh dorongon pemerintah daerah(pemda)malaka, khususnya dinas pariwisata dan pemerintah setempat yang ada diwilayah desa dan camat, bisa memperhatikan tempat wisata melalui sosialisai terhadap para pengunjung, supaya jangan membuang sembarangan sampah dilokasi wisata.Tandasnya.
“Keindahan wisata bukan saja dipandang dari keindahan alamnya, tapi juga termasuk kebersihan lokasi wisata. Dan selain kebersihan, keamanan. Hal tersebut dari pihak pemerintah daerah malaka perlu memperhatikannya.”ujarnya.
Ia mengharapkan pada pihak pemerintah daerah(pemkab)Malaka melalui dinas pariwisata untuk memperhatikan sampah-sampah yang beserakan dilokasih wisata Abudenok, guna menarik wisata lainnya untuk berkunjung ke tempat pariwisata Abudenok. Tutupnya(Dami Atok)
