Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
NTT

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Siap 120 ribu nener Dilepaskan pada Tambak Ikan

Malaka, NTT, deliknews-Dinas ketahanan pangan dan perikanan kelautan kabupaten malaka nusa tenggara timur membersihkan 3 hektar are(ha) lahan tambak Ikan milik pemerintah Kabupaten (Pemkab)Malaka untuk menebarkan 120 ribu nener ikan.

Pembersihan lahan tambak ikan 3 hektar are(ha)terletak didesa lakekun kecamatan kobalima, terdapat 30.000 m2, mencakupi 5 petak tambak Ikan. Dari 5 petak tambak Ikan itu ditargetkan dalam 6 bulan, penghasilan panennya mencapai 4,8 ton.

Kepala dinas ketahanan pangan dan perikanan malaka, drh. Rofinus Seran Bria mengatakan Pengelolaan lahan tambak milik pemerintah Malaka khusus diperikan, sebagi percontohan kepada seluruh warga malaka untuk melakukan pegolahan tambak ikan, supaya menopang perekonomian masyarakat melalui penjualan hasil dari Ikan tambak. Kata kadis drh. Rofinus Seran Bria pada Senin(31/1/2022)diruang kerjanya.

Selain itu, menjadi sumber Pendapat Anggaran Daerah(PAD) Kabupaten Malaka, juga membantu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) dibidang perikanan dan kelautan saat melakukan magang tidak lagi keluar daerah. Sebab jikalau anak-anak SMK melakukan magang diluar, tentu saja membutuh biaya yang lebih mahal.

Oleh sebab itu, upaya pemerintah Malaka mengolah luas lahan tambak yang 3 hektar are(ha) terdiri itu dari 5 petak yakni petak 1-4 mencakupi (5000 m2), dan Petak 5, (10.000 m2) untuk mensejaterahkan masyarakat malaka.

Lanjut kadis Rofinus Seran Bria menyampaikan dan menguraikan. Kondisi tambak saat ini, pada Petak 1-3 kondisi pematang sisi timur sudah rendah termakan usia dan tergerus air saat hujan yg mengakibatkn air laut akan masuk lewat bagian atas pematang pada saat terjadi pasang tertinggi.

“Hal ini akan membuat ikan bandeng keluar atau hilang. Petak 4 – 5 tidak berfungsi karena ada sisi pematang panjang 4-7 m yang jebol rata dengan pelataran. Dengan demikian, solusinya adalah pemantang yg rendah perlu ditimbun lagi agar tinggi, sedangkn yang jebol perlu ditutup degan menggunakn alat eksavator.” ujarnya.

Bila sudah diperbaiki dan layak untuk ditebar, maka direncanakan jumlah nener yang akan ditebar sebanyak 120 ribu ekor. Bila tingkat kelulushidupan (SR) 25 persen maka target ikan yg akn dipanen dalam waktu 6 bulan mendapat hadil panennya terdapat 4,8 ton. Lalu dijual 50 ribu per kilo, maka akan diperoleh rp, 240 juta. Pungkasnya(Dami Atok)