Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
NTT

Dinas Pariwisata Malaka Akan Mengembangkan Distinasi Wisata Abudenok

Malaka, NTT, deliknews- Distinasi wisata Abudenok akan dikembangkan oleh dinas pariwisata kabupaten malaka nusa tenggara timur, melalui potensi kelautan yang ada diwilayah pantai Abudenok.

Tempat wisata Abudenok akan dikunjungi kepala dinas pariwisata Aloysius Werang, SH, MM bersama jajarannya pada Minggu(6/2/2022) mendatang untuk melihat secara dekat guna mengembangkan distinasi wisata Abudenok.

Kepala dinas pariwisata Aloysius Werang, SH, MM pada deliknews diruang kerjanya Senin(31/1/2022)mengatakan dirinya baru sebulan dipercayakan menempati dinas pariwisata, maka akan turun kelokasih wisata untuk melihat secara dekat. Kata Kadis.

“Karena, berbicara tentang mengembangkan distinasi wisata itu bukannya dari tempat atau dari kantor saja, tetapi harus turun kelokasih melihat secara dekat apa potensi wisata yang bisa dikembangkan.”ujarnya.

Potensi wisata yang menarik pengunjung itu mulai dari keindahan alam, Ikan yang dijualkan oleh para nelayan dan juga bisa saja ada potensi lainnya yang bisa menarik perhatian para pengunjung wisata. Dan mempromasikan tempat pariwisata melalui ivend dengan sumber Asli Daerahnya.

“Sebenarnya pariwisata sangat menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan hasil jualan potensi-potensi kearifan lokal yang bisa dibelanjakan oleh para pengunjung lokasih wisata. Dalam pelayanan petugas dilokasih tempat wisatapun harus bersikap ramah.” bebernya.

Ia juga menyampaikan untuk kebersihan lokasih wisata itu, sebenarnya melalui kesadaran pribadi masing-masing, sebagaimana melestarikan distinasi wisata kita. Hal kebersihan lokasih wisata itu sebenarnya timbul dari kesadaran kita untuk tidak boleh membuang sampah sembarangan dilokasi wisata. Termasuk juga keamanan wisata dari kesadaran diri kita. Bukan dari orang lain. Ungkapnya.

“Kita akan kunjung kelokasih wisata Abudenok juga akan siapkan tempat sampah, supaya para pengunjung membuang sampah pada tempat yang disiapkan dari dinas.” pungkasnya.(Dami Atok)