Malaka, NTT, deliknews- SMPN 1 Malaka Tengah di Kabupaten Malaka menindaklanjuti arahan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Malaka, Yohanes Klau, S. Ip, MM. Yohanes memberi arahan supaya setiap satuan pendidikan dapat menata dan meningkatkan disiplin dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM) dan pembelajaran tatap muka (PTM) yang normal untuk menghindari ruang kelas yang kosong di masa pandemi Covid-19.
Kepala Sekolah, Yulius Pekuali, S. Pd dalam pertemuan bersama guru dan utusan orang tua dalam rangka persiapan rapat orang tua siswa dan komite sekolah di ruang Kelas IX/A sekolah tersebut, akhir pekan lalu mengatakan sekolahnya memiliki 23 tenaga guru berstatus ASN untuk melayani 485 siswa dengan 19 jumlah rombongan belajar (rombel) dan 836 jam pelajaran.
Atas kondisi tersebut, kata Yulius sekolah mengalami kekurangan guru untuk mengasuh mata pelajaran dan tenaga kependidikan untuk pelayanan perpustakaan dan laboratorium komputer dengan ketersediaan waktu sebanyak 966 jam. Sekolah masih membutuhkan tambahan 130 jam pelajaran. Untuk itu, sudah dilaksanakan rapat orang tua siswa dan komite sekolah untuk menjawab kebutuhan akan kekurangan guru dan tenaga kependidikan.
Hasil pertemuan bersama orang tua siswa dan komite sekolah telah menyepakati untuk penerimaan guru non ASN sebanyak 16 orang. “Kita sudah terbitkan SK (surat keputusan) untuk 16 tenaga pendidik untuk menjawab kebutuhan 130 jam mengajar dan pelayanan perpustakan dan laboratorium komputer. SK-nya kita sudah serahkan tadi saat upacara bendera,” jelas Yulius ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/1/2022).
Ditegaskan, penerimaan 16 tenaga guru dilakukan atas dasar kesepakatan bersama dalam rapat orang tua dan komite sekolah, akhir pekan ini. Orang tua siswa dan komite sekolah sudah menyetujui upaya dan terobosan sekolah untuk mengatasi masalah kekurangan guru dalam pelayanan KBM, perpustakaan dan laboratorium komputer. (tim/Dami Atok)
