Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
NTT

Dua Kasus Lakalantas Sedang Dalam Proses Penanganan Polres Belu

Atambua, NTT, deliknews- Dua kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang menelan korban jiwa sedang dalam upaya penanganan proses hukum oleh penyidik Lantas Polres Belu.

Dua kasus lakalantas itu masing-masing, mobil ambulance milik Polres Belu yang terjadi di jalan raya jurusan SMPN 3 menuju arah Kotafoun tepatnya di Dusun Welorlaran, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-RDTL pada Sabtu (22/1/2022) lalu.

Kejadian tersebut, menyebabkan seorang bocah meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka ringan dan berat yang dikenderai oleh oknum anggota Polres Belu berinisial NH.

Selain itu, kasus lakalantas sebuah mobil penumpang angkutan desa ‘mikrolet Anjelove’ No.Pol DH 1849 eb yang dikenderai oleh EF yang terbalik di jalan raya Hutan jati Nenuk dusun Nela, Desa Nekasa, Kec. Tasifeto Barat, Kab. Belu pada jumat (28/1/2022) pagi yang menyebabkan seorang penumpang meninggal dunia dan satu mengalami luka ringan.

Terhadap dua kasus lakalantas itu dua pengemudi berserta barang bukti (BB) berupa dua kenderaan telah diamankan di mapolres Belu untuk kepentingan proses penyidikan.

“Dua kasus Lakalantas itu saat ini dalam proses hukum. Kita sedang dalam proses pengumpulan keterangan saksi, setelah rampung segera kita limpahkan,” kata Kapolres Belu melalui kasat Lantas Iptu Brian Wicaksono saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin(31/1/2022)

Untuk proses hukum dua kasus lakalantas tersebut Kasat Brian menjelaskan, yang segera rampung dalam waktu dekat yakni kasus lakalantas Ambulance Polres Belu.

“Pengemudinya, oknum anggota Polres Belu. Jadi tindakan disiplin tu sudah jalan dan proses hukum untuk kasus lakalantas juga sementara jalan, kalo sudah lengkap segera kita limpahkan ke Kejaksaan. Sedangkan yang mikrolet pengemudinya telah kita amankan dan proses hukum juga sementara jalan,” terang Kasat Brian.

Sambil menunggu proses hukum Kasat Brian menghimbau agar keluarga korban maupun masyarakat jangan terprovokasi tetapi percayakan kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan kasus tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami menghimbau agar keluarga korban dan masyarakat tidak terprovokasi. Mari kita sama-sama menjaga situasi yang kondusif sambil menunggu proses hukum yang sedang ditangani oleh pihak Lantas Polres Belu,” himbau Kasat Brian. (dhoru/Dami Atok).