Malaka, NTT, deliknews- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malaka, Henri Melki Simu menemui Puspito Rini, SP Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Administrasi Umum Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin. Dalam pertemuan itu, beberapa hal yang dipercakapkan di antaranya, pelintas batas, ekspor barang dan pencegahan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di PLBN Motamasin sebagai pintu masuk RI-Timor Leste.
Henri demikian akrab dikenal mendatangi PLBN Motamasin yang beralamat di Desa Alas Selatan Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka untuk mengecek aktivitas harian pelintasan batas. Tampak, aktivitas harian di pos batas tersebut belum begitu ramai. Meski demikian, para pegawai PLBN Motamasin aktif bekerja dengan kondisi pengamanan yang begitu ketat.
Dalam pertemuan itu, Kasubbid Administrasi Umum Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Puspito Rini, SP mengatakan arus keluar-masuk barang dan pelintas batas belum begitu ramai. Ekspor barang mulai giat berlangsung dan pelintas batas mulai terjadi dalam jumlah yang sedikit karena masih dalam pandemi Covid-19.
Namun, beberapa hari terakhir jumlah pelintas batas bertambah, sehingga pengamanan dan penerapan protokol keseharan Covid-19 diperketat. Pelintas batas dari Timor Leste yang masuk wajib mengantongi hasil test Swab PCR. Dan tiba di PLBN Motamasin, para pelintas diwajibkan untuk Rapid Test Antigen. Ini kondisi dan kegiatan yang dilakukan selama ini.
Pada kesempatan yang sama, Henri, anggota DPRD Kabupaten Malaka asal Fraksi Golkar itu mengatakan petugas PLBN Motamasin diminta agar terus memperketat pengamanan dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Jika ada hambatan dan kesulitan, perlu dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Covid Kabupaten Malaka.
Henri mendesak pemerimtah agar tempat isolasi mandiri yang sudah dipersiapkan segera dimanfaatkan sebagai lokasi karantina bagi pelintas batas yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Malaka. “Dan harus tempatkan tenaga kesehatan untuk pelayanan rapid tes antigen dan tes Swab PCR,” lanjut Henri sambil menyampaikan kondisi terakhir bertambahnya pengidap virus baru Omicron. (tim/Dami Atok)
