Malaka,NTT, deliknews-Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH merayakan misa bersama umat Gereja Katolik Paroki Santo Mikhael Kada. Pastor dan Umat Paroki menyatakan dukungan terhadap program memperkokoh adat-istiadat dan budaya dengan menetapkan Tahun 2022 sebagai Tahun Suku sebagai wujud dan partisipasi dalam melaksanakan Program SAKTI kepemimpinan Bupati Simon dan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin.
Pastor Paroki Gereja Santo Mikhael Kada, Romo Erwin Yohanes Asa, Projo dalam sambutannya di akhir perayaan ekaristi Minggu (13/2/2022) mengatakan umat Paroki Kada menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Bupati Simon, Penjabat Sekda Malaka, Silvester Leto, SH, MH, Ketua TP PKK Kabupaten Malaka, Ny. drg. Maria Martina Nahak, M. Biomed dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam perayaan ekaristi bersama umat Paroki Kada.
Romo Erwin, demikian akrab dikenal mengaku kehadiran Bupati Simon dan rombongan bukan baru pertama kalinya. Beberapa waktu lalu, Bupati Simon mengikuti kegiatan tanam jagung di kebun gereja. “Kami berterima kasih dan mengapresiasi karena bapak bupati senantiasa berkunjung dan berada di tengah umat. Hari ini, umat begitu banyak yang hadir dan mengikuti misa,” ujar Romo Erwin membandingkan kehadiran umat dalam perayaan ekaristi sebelumnya.
Dikatakan, umat tidak tinggal diam dalam mendukung program-program pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Simon dan Wakil Bupati Kim Taolin. “Tahun 2022 ini, kami tetapkan sebagai Tahun Suku. Suku-suku dalam wilayah Paroki Kada dilibatkan dalam kegiatan gereja seperti tanggungan koor misa dan kegiatan gereja lainnya. Tujuannya, agar warga suku saling mengenal satu sama lain, menjaga kebersamaan dan persaudaraan, termasuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan gereja,” jelas Romo Erwin.
Penetapan Tahun Suku, lanjut Romo Erwin dilakukan sesuai kesepakatan sebagai wujud dukungan terhadap program memperkokoh adat-istiadat Bupati dan Wakil Bupati Malaka saat ini. “Kami lakukan ini, karena kami tahu budaya dan adat merupakan salah satu program bapak bupati,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Simon dalam sambutannya mengapresiasi dukungan pastor dan umat Paroki Kada melalui Penetapan Tahun Suku untuk mendukung kegiatan-kegiatan gereja dan memperkokoh adat-istiadat. “Ini inkulturasi adat. Singkronisasi dengan Program SAKTI,” kata Bupati Simon.
Dikatakan, warga negara yang menganut ideologi Pancasila wajib hukumnya menjalankan ibadah dan merayakan ekaristi pada hari minggu bagi yang berkeyakinan Kristen.
“Saya terus berkeliling dari paroki ke paroki untuk merayakan misa bersama umat. Saya juga akan datang ke Gereja Protestan untuk beribadah bersama jemaat,” kata Bupati Simon sambil mengingatkan umat yang juga anggota masyarakat agar bekerja keras untuk memperoleh kemajuan. “Rajin ke gereja, ini kewajiban.
Juga berbuat baik. Karena tanam kejahatan akan menuai kejahatan. Tanam kebaikan supaya tuai kebaikan,” kata Bupati Simon dalam filosofi tersebut dan terus mengingatkan semua manusia tidak sempurna. Kesempurnaan itu ada pada Tuhan dan untuk itulah marilah bersandar pada Tuhan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hidup. (tim/Dami Atok)
