Malaka, NTT, deliknews-Pariswisata menjadi sektor andalan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah juga menciptakan lapangan kerja dalam dunia usaha dibidang perindustrian.
Perang pentingnya pariwisata itu menunjang pertumbuhan ekonomi Industri masyarakat, juga menciptakan lapangan kerja bagi para pengangguran yang ada diwilayah Kabupaten Malaka melalui kearifan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata, Aloysius Werang, SH, MM mengatakan dalam konteks Industri pariwisata, tentu dari dinas sendiri harus merangkul pelaku – pelaku pariwisata untuk berkontribusi membangun pariwisata malaka. Kata Kadis Pariwisata diruang kerjanya, Kamis(17/2/2022) lalu.
“Kami dari dinas harus menyiapkan destinasi- destinasi wisata yang selama ini menjadi potensi-potensi yang kita harus kembangkan, jadi kita pastikan tahun 2022-2023 konsentrasi dinas pariwisata merehabilitasi pantai motadikin sebagai destinasi andalan yang dijual.
“Jadi penyiapan destinasi wisata motadikin itu, harus utamakan Infrastruktur yang ada, terus apa saja yang dipromosikan kepada para pengunjung wisata. Dalam dunia wisata ada domestic dan ada mancanegara.
Oleh sebab itu, langka dinas pariwisata harus membenahi Infrastruktur dipantai Motadikin, membangun mitra dengan pengusaha Hotel dan Restoran, pihak Kepolisian, Kesehatan dan Masyarakat, sehingga saling mendukung serta bertangungjawab dimasing-masing bidang.” ujarnya.
Lanjut kadis Pariwisata, Aloysius Werang, SH, MM bahwa dari penyiapan itu, semua sudah matang baru mengadakan festival Motadikin dengan mempromosikan segala bentuk potensi-potensi yang ada dimalaka. Seperti Likurai, meronggeng, tiupan suling dan masih banyak yang kita tidak bisa sebut satu persatu.
“Untuk mengadakan festival wiasata, perlu diperhatikannya yang pertama tempat wisatanya itu bagus atau tidak? Lalu ada penginapan dan Restoran atau Rumah Makan diwilayah ini atau tidak? Terus dalam kesehatannya, tempat pengianapan dan Restoran atau Rumah Makan itu bersih atau tidak? Kemudian, keamanan yang ada diwilayah sampai dengan tempat wisata itu aman atau tidak? Dalam lingkungan Masyarakatnya ramah atau tidak?
Dari beberapa hal tersebut belum terpenuhi, tentu saja destinasi wisata kita minus untuk dipromasikan. Dengan demikian, hal tersebut telah disiapkan dengan matang baru bisa dilouncingkan destinasi wisata kita. Dan semuanya itu, butuh menjalin hubungan baik diantara kita untuk membangun kerja samanya sebagai mitra. Sehingga bisa menyukseskan wisata malaka kedepan. Jadi hal ini perlu kesadaran dari semua pihak” ungkap Aloysius Werang.
Menurut kadis Pariwisata, pantai motadikin punya potensi alamnya itu ada pohon cemara, rumput dan juga pasir putih yang dikenal, maka destinasi wisata motadikin punya nilai jualnya.
” Membenahi Infrastruktur pantai motadikin itu sementara membendung abarasi disekitar pantai, supaya saat air laut naik tidak bisa sampai merusak lingkungan wisata.
Dan rencananya kolam- kolam yang ada dibuat jadi kolam yang baik untuk wahana mainan anak untuk berenag, dan disitu dilengkapi dengan alat renang juga ada wahana main anak-anak lainya.” lanjutnya.
Hal yang serupa destinasi pantai Abudenok akan dibangun Infrastrukrus dan ditata wisatanya, setelah selesai penataannya juga melakukan festival yang sama dengan dipantai motadikin.
Ia menambakan, sementara ini ada persiapan dan kesiapan untuk kunjungan mentri pariwisata ke Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur(NTT)
“Labgka awal persiapan dan kesiapan itu memperbaiki dan menata lapangan Motamasin yang diareal perbatasan langsung Indonesia dengan Negara Timor Leste. Dalam kunjungan Mentri Pariwisata itu mengadakan even-even seperti kesinian, seni budaya, pacuan Kuda dan lain sebagainya yang dimana ada keunikannya. Pungjasnya.(Dami Atok)
