Malaka, NTT, deliknews- Lokasi dan Dana Bangun Tanggul Dialihkan, Baru Kali Ini Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH, MH Marah Besar. Tidak seperti biasanya. Bupati Malaka, menunjukkan sikap dan perasaan marah.
Biasanya, Bupati Simon menunjukkan perasaan marah dengan sentilan-sentilan bahasa ibarat pisau yang menikam tetapi tidak melukai. Akan tetapi, ketika dana dan lokasi pembangunan tanggul dialihkan itu, baru Bupati menunjukkan marah yang “besar” pertama kalinya.
Disaksikan, Bupati Simon mengungkapkan perasaan marah dalam sambutan pada acara ketransmigrasian di Dusun Uluklubuk Desa Weoe Kecamatan Wewiku, Jumat (25/2/22).
Dalam pernyataan dalam kunjungan kerja (kunker) tersebut, Bupati Simon mengatakan proposal pembangunan tanggul di enam titik alur Sungai Benenain harus dikawal setelah diajukan.
“Harus dicek kembali. Supaya berkas itu tidak bolak-balik dan dibawa banjir. Tolong kawal. Jangan menunda-nunda. Jangan anggap remeh. Saya tidak mau masyarakat saya gelisah,” kata Bupati Simon yang mengaku merasa tidak tenang, sehingga turun langsung di lokasi banjir di Desa Naimana dan Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (24/2/22) malam.
Bupati Malaka mengungkapkan rasa marah dengan beberapa pernyataan di antaranya tidak boleh melempar tanggung jawab dan mempersalahkan orang lain ketika bicara soal tanggul.
“Kalau minta untuk kerja (tanggul) di titik itu, kerjalah di titik itu. Kalau di Lawalu, yah kerja di Lawalu. Jangan bawa ke Weoe, karena saya bupati,” tegas Bupati Simon yang mengimbau agar jangan mempersalahkan pemerintah karena setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.
Meski dicemooh dan difitnah lewat media sosial, Bupati Simon tidak merasa gentar. Akan tetapi, selalu berprinsip untuk bekerja keras dan membangun Malaka.
“Silahkan omong. Saya datang untuk tidak mencari kelemahan orang. Saya datang untuk kerja dan melayani. Saya tidak takut membangun. Karena saya tidak mencuri uang untuk diri,” kata Bupati Simon.
Tidak sebatas marah, akan tetapi Bupati Simon tetap menunjukkan rasa optimis karena dalam kunker itu hadir pula Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Yunus Takandewa yang menangani juga urusan kebencanaan. “Bukan kami tidak ada solusi. Tapi, APBD kita kurang. Sehingga, proposal tanggul yang kita sudah ajukan tetap dikawal karena ada dukungan DPRD NTT melalui Komisi V,” lanjut Bupati Simon.(Ans/Dami Atok)
