Malaka, NTT, deliknews- Pekerjaan proyek Rumah Sakit Penyangga Perbatasan(RSPP) Betun yang dikerjakan oleh PT. Srana Timor Konstruksi, sesuai dengan Masa kontraknya berakhir pada 31 Desember 2021. Namun, diberi kesempatan 90 hari kalender kerja.
Kegiatan pekerjaan proyek tersebut ditargetkan pertengahan Maret sudah selesai karena sementara pekerjaannya dalam finising. Keterlambatan pekerjaan RSPP Betun itu, akibat dari pelabuhan Atapupu direnovasi, maka pengiriman bahan melalui Kupang.
Pelaksana harian Pekerjaan proyek Rumah Sakit Penyangga Perbatasan(RSPP) betun, Doni Kusuma membenarkan masa perjanjian kontrak kerja perakhir di 31Desember2021. Namun, pekerjaan diberi waktu perpanjangan 50 hari kalender kerja, kemudian ditambah 40 hari kalender kerja. Maka masa berakhirnya itu dibulan April 2021. Ungkap Doni dilokasi proyek RSPP Betun, Jumat(4/3/2021)
“Untuk pekerjaan sesuai perjanjian masa kerjanya itu, memang benar berakhir dibulan Desember tahun kemarin. Akan tetapi diperpanjangkan waktu dalam 90 hari kalender kerja melalui brita acaranya, dibuat 2 kali yaitu 50 hari kalender kerja dan ditambah 40 hari kalender kerja. Dan keterlambatan ini, dendanya tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ” ujarnya.
Pekejaan tersebut ditargetkan pertengahan bulan Maret sudah selesai, karena tahapan perkerjaannya dalam finising. Dengan demikian dipastikan sekitar tanggal 20-an sudah selesai. Tegas Doni.
“Kita memastikan target pekerjaan habis ditanggal 20-an, sebab tenaga pekerja sekitar 200-an tenaga, juga pekerjaan dilembur sampai dengan jam 10 malam baru berhenti. Oleh karena itu, saya jamin pekerjaan ini tidak sampai dengan bulan April. Pungkasnya(Dami Atok)
