Pelaku PETI di Talamau Pasaman Barat Tidak Takut dengan Aparat?

Spanduk Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto dan Kapolsek Talamau AKP Junaidi di Nagari Sunuruik melarang keras aktivitas PETI.
Spanduk Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto dan Kapolsek Talamau AKP Junaidi di Nagari Sunuruik melarang keras aktivitas PETI.

Pasaman Barat, – Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran sungai Batang Pasaman, Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, seakan tidak takut dengan aparat kepolisian.

Faktanya, pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto dan Kapolsek Talamau AKP Junaidi sudah melarang keras aktivitas PETI dengan pemasangan spanduk di jalan masuk ke Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, tapi PETI tetap saja beroperasi.

PETI ini tentunya akan merusak lingkungan sekitar terlebih masuk kawasan hutan lindung dan salah satu sumber air yang di hilirnya selalu dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga: Biaya Kunker DPRD Pasbar Rp127 Juta Diduga Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan

Tuntaskan Sesuai Target, Wakapolda Sumbar Hadiri Vaksinasi Serentak Anak, Lansia dan Booster

Sekretaris Kantor Kecamatan Talamau biasa dipanggil Ucok, yang merupakan mantan Wali Nagari Sinuruik, mengaku tidak tahu adanya aktivitas PETI dengan excavator. Menurutnya hanya dengan alat manual (dulang) bukan alat excavator.

Ucok mengaku pernah ke lokasi, namun yang Ia dapati hanya 1 unit excavator yang sudah lama rusak.

Dikatakan Ucok, sebelumnya masyarakat di Jorong Tombang, Nagari Sinuruik sangat berharapnya adanya izin tambang emas di sana, hingga masyarakat telah pernah membuat surat permohonan kepada pihak kepolisian.

Namun berdasarkan informasi yang diterima media ini, PETI masih beroperasi di di Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat dengan menggunakan alat berat excavator hingga saat ini sudah 8 unit.

Terkait surat permohonan yang dimaksud, Kapolsek Talamau AKP Junaidi mengaku juga menerima, namun hanya sebagai tembusan.

“Sebelum saya menjabat sebagai Kapolsek Talamau sekitar setahun lewat memang ada arsip di kantor saya sebagai tembusan kalau tidak salah, tapi itu kami abaikan saja karena tidak kewenangan kami,” terang Junaidi, Kamis (31/3/22).

Sementara, menurut informasi yang diterima dari sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa masyarakat tidak setuju dengan PETI, dan tidak pernah mengajukan permohonan untuk aktivitas PETI disana.

“Tidak pernah, yang jelas dulu ada oknum diduga terlibat dalam aktivitas PETI ini pernah meminta tanda tangan kepada masyarakat untuk pengalihan aliran sungai, sehingga excavator dibolehkan masuk kelokasi. Nyatanya sampai sekarang belum ada dialihkan, yang ada hanya PETI terus beroperasi,” terang sumber tersebut.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.