Percepatan Penurunan Stunting, Kepala Perwakilan BKKBN Gelar Audiensi Bersama Bupati Sumenep

Sumenep – Kabupaten Sumenep merupakan wilayah yang terletak paling ujung timur di provinsi Jawa Timur dan memiliki banyak wilayah Kepulauan sehingga sedikit menyulitkan pelaksanaan program Bangga Kencana di lapangan.

Maka demi terselenggaranya program Bangga Kencana yang merata ke seluruh wilayah Jawa Timur termasuk kepulauan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, MM menemui Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH. MM. di Pendopo Kabupaten Sumenep, Selasa (17/05).

Dalam kunjungannya ini, Erna didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep Agus Mulyono, juga memohon dukungan Bupati untuk program percepatan penurunan stunting di wilayah Sumenep.

Hadir juga dalam pertemuan kali ini menemani Achmad Fauzi adalah Kepala Kemenag Sumenep, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumenep.

Mengawali pertemuan ini, Erna menjelaskan sedikit peran program Bangga Kencana dalam aksi penurunan stunting.

BKKBN memiliki data by name by adress dari PK21 yang bisa digunakan untuk dasar aksi percepatan penurunan stunting, meski begitu karena kekurangan di tenaga lapangan sehingga membutuhkan aksi konvergensi dari Bupati Sumenep dan lintas sektor terkait.

“Menurut data hasil SSGBI 2019, prevalensi stunting di Sumenep 32% kemudian turun di data SSGI 2021 menjadi 29%. Harapannya di tahun 2024 untuk melakukan akselerasi penurunan stunting, saya memohon dukungan pak Bupati dan bapak-Ibu kepala OPD terkait untuk melakukan konvergensi,” himbau bu Erna.

Erna juga menambahkan harapannya besar sekali agar Sumenep menjadi model wilayah percepatan penurunan stunting khususnya di pulau Madura ini.

Menanggapi harapan Erna untuk melakukan konvergensi program percepatan penurunan stunting, baik kepala Bappeda, Kepala Dinsos maupun Kepala Dispenduk Capil sangat mendukung aksi konvergensi ini dan mengharap agar data ini juga bisa disinergikan dengan data di lapangan, baik yang dimiliki oleh tenaga PKH dan pencatatan sipil.

“Semoga harapan-harapan ini bisa kami wujudkan bu, baik dari segi pemberdayaan maupun dari sisi pembangunan menyeluruh sampai ke 332 Desa di Sumenep,” ungkap Kepala Dispendukcapil.

Begitu juga dengan Kepala Kemenag Sumenep menyampaikan bahwa dalam mempersiapkan generasi berkualitas itu yaitu mempersiapkan kualitas orang tua, namun di Sumenep ini data kami menyebutkan masih banyak pernikahan usia dini.

“Untuk mengatasinya, alhamdulillah sudah ada 88 angkatan yang kami bekali pengetahuan pranikah dan aplikasi Elsimil untuk kami sebarkan untuk melakukan pembinaan pranikah kepada calon pengantin,” jelas Kepala Kemenag Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memperkuat aksi kita baik secara internal dan eksternal agar percepatan penurunan stunting maupun hal-hal lain yang dicitrakan negatif dapat kita atasi semua.

“Salah satu cara yang kami lakukan adalah memberikan peranan penting kepada pemerintahan desa,” jelas Bupati Achmad Fauzi

Menutup diskusi, Achmad Fauzi mengucapkan terima kasih kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan menyampaikan komitmen Kabupaten Sumenep untuk aksi percepatan penurunan stunting dan perbaikan IPM di wilayah Sumenep.

“Demi meningkatkan IPM di Sumenep, mengatasi stunting dan TBC serta mengentaskan kemiskinan dan pernikahan dini yang berakibat angka perceraian tinggi, program-program kita harus tepat sasaran semua. Oleh karena itu keakuratan data ini harus bisa kita miliki. Kita semua harus siap berjuang demi mencapai harapan kita semua,” tutup Achmad Fauzi.

Serangkaian kunjungan hari ini Erna juga menyempatkan diri untuk melakukan pembinaan kepada Penyuluh KB di wilayah Kabupaten Sumenep.

Rasio tenaga lapangan di Kabupaten Sumenep dibanding wilayah cakupannya tidaklah berimbang, sehingga pembinaan ini perlu dilakukan untuk intervensi capaian program dengan melakukan pendekatan penguatan dan dukungan lapangan.

“Kendala capaian program di Sumenep ini memang kekurangan tenaga PKB sehingga daya ungkitnya di lapangan itu sulit. Lalu untuk capaian TPPS juga masih di angka 82%,” singgung Erna.

“Tugas Bapak-Ibu PKB ini kan melaksanakan program Bangga Kencana di level lapangan. Setelah Bapak-ibu ini mendapat target kinerja dari pak Kepala Dinas Kesehatan, harus segera membuat rencana kerja. Manfaatkan kader sebagai kepanjangan tangan bapak-ibu di lapangan,” tutup Erna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.