NTT  

Beredar Screensoot Kader Susupan di Partai Demokrat Malaka. Inilah Tanggapan Pimpinan Partai

Malaka, NTT, deliknews- Hasil sceeensoot berisikan kader mata-mata dan susupan di DPC Partai Demokrat Kabupaten Malaka beredar luas di media sosial group facebook (fb) masing-masing Pilkada Malaka 2024 dan Malaka Bebas Bicara. Postingan beberapa akun di group-group fb itu mendapat tanggapan serius pimpinan Partai Demokrat Kabupaten Malaka.

Warganet, Mega Margareth membuat postingan di group fb Pilkada Malaka 2024. “Febrianus Tahu, calon Ketua Demokrat Malaka dan Paulus Tolan, sekretaris DPC Demokrat Malaka merupakan mata-mata dan penyusup partai lain yang merongrong eksistensi Partai Demokrat,” tulis Mega dalam postingannya di group fb Pilkada Malaka, Sabtu (21/5/22) malam.

Mega juga mengomentari postingan lima poin dan screensoot akun Axel Nahak di group Pilkada Malaka 2024 tersebut. “Ketahuan buruknya mereka,” tulis Mega dalam komentarnya selain warganet lain seperti Yabris Bria dan Rudi Tae.

Warganet lain di group fb Malaka Bebas Bicara, Axel Nahak menuliskan lima poin terkait adanya indikasi kader susupan di Partai Demokrat Kabupaten Malaka, Ssbtu (21/5/22) malam. “Ada beberapa kader Partai Demokrat Kabupaten Malaka yaitu Paulus Tolan sebagai Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Malaka dan Febrianus Tahu salah satu calon Ketua DPC Partai Demokrat Malaka melakukan tindakan yang sangat berbahaya. Saya menemukan bukti bahwa mereka berdua adalah mata-mata dari partai yang sengaja dititipkan ke Partai Demokrat. Beredar isi chat di group WA Sahabat Setia ABS. Febri Tahu (calon Ketua Demokrat Malaka selalu melaporkan kegiatan MUSCAB di Soe. Dari percakapan di group tersebut, Paulus Tolan juga memberikan berbagai klarifikasi terkait dinamika demokrat Malaka,” demikian Axel mengomentari sesuai postingan hasil screensoot informasi diskusi dalam group whatsApp Sahabat ABS.

Menyikapi beredarnya komentar dan postingan screensoot group WA tersebut, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malaka, Pius Klau Muti kepada wartawan, Minggu (22/5/22) sore menegaskan jangan ada kader susupan di tubuh Partai Demokrat Malaka.

Dikatakan, perbedaan pendapat dan kepentingan kader boleh terjadi dan kondisi itu wajar. Sehingga, tidak boleh diperdebatkan panjang lebar di ruang komunikasi lain yang bukan ruang informasi dan diskusi Partai Demokrat. Persoalan sebesar apapun harus diselesaikan secara internal organisasi Partai Demokrat. (Mans Nahak/Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.